Cabuli 6 Anak di Bawah Umur, 2 Buruh Bangunan Diringkus Polisi di Kota Bogor

BOGORONLINE.com – Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap dua pelaku pencabulan dengan enam korban anak di bawah umur.

Kedua pelaku berinisial MH (61) dan ML (48) yang diketahui sebagai buruh bangunan melakukan aksi bejatnya di wilayah Kecamatan Bogor Tengah.

“Peristiwa terjadi di bulan April 2024, baru kami terima LP 5 Mei 2024. Setelah menerima LP, kami melakukan penyelidikan dan olah TKP. Akhirnya kami berhasil mengidentifikasi dua pelaku serta berhasil diamankan dibantu masyarakat sekitar TKP,” ungkap Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara, Rabu (19/6/2024).

Ia mengatakan, kedua pelaku MH dan ML sebagai buruh bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan rumah di sekitar lokasi kejadian. Kedua pelaku mencabuli anak-anak di sebuah warung selepas bekerja.

“Pelaku ini mengaku sudah ada enam korban anak di bawah umur baik perempuan dan laki-laki yang dipegang bagian sensitif dari milik korban,” paparnya.

Adapun motif kedua pelaku melakukan perbuatan itu hanya sebatas nafsu belaka. Para korban masing-masing pelaku berbeda-beda dengan rentan usia 10 sampai 14 tahun.

“Kedua pelaku melakukan aksinya sendiri-sendiri dalam waktu berbeda dan untuk korbannya juga berbeda-beda. Dari hasil pemeriksaan kami, ada enam korban yang dipegang atau perbuatan cabul,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 76 E Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 82 Ayat (1) dan atau Ayat (4) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Apabila korban lebih dari satu orang, maka akan dipenjara 15 tahun dan atau denda Rp5 miliar,” ujarnya.

Luthfi menambahkan, kedua tersangka telah dilakukan penahanan sejak 5 Mei 2024 dan akan dilakukan pengembalian berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

“Berkas perkara sudah kami kirimkan ke Kejaksaan Negeri Bogor dan sudah dikembalikan lagi ke penyidik, dan penyidik akan mengembalikan berkas kepada kejaksaan untuk dilakukan penelitian,” pungkasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *