BOGORONLINE.com – Dedie A. Rachim, Calon Wali Kota Bogor dengan nomor urut 3, menekankan pentingnya menciptakan lapangan pekerjaan melalui kemudahan investasi dan penyesuaian sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dedie menyatakan, sejak 2019, Pemerintah Kota Bogor telah membangun Mal Pelayanan Publik yang menjadi pintu utama untuk menarik investor.
“Investasi adalah kunci pembukaan lapangan pekerjaan di Kota Bogor,” tegas Dedie saat ditemui usai kampanyenya di Kawasan Tanah Sareal Kota Bogor, Jum’at (11/10/2024).
Menurut Dedie, Mall Pelayanan Publik tersebut bertujuan untuk mempercepat proses perizinan dan mengatasi kendala yang selama ini dihadapi oleh para pengusaha. Ia menambahkan, “Kemudahan berusaha akan terus kami perkuat, termasuk mempercepat proses perizinan dan menyediakan helpdesk bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Bogor.”
Dedie juga menyoroti bahwa sektor jasa dan perdagangan merupakan penggerak utama ekonomi di Bogor. Ia berencana untuk meninjau ulang seberapa besar perusahaan-perusahaan di kota tersebut menyerap tenaga kerja lokal, khususnya warga yang ber-KTP Bogor.
“Kami ingin memastikan bahwa perusahaan-perusahaan di Bogor memprioritaskan warga lokal untuk diterima bekerja,” ujarnya.
Salah satu strategi Dedie adalah memastikan bahwa kebutuhan lapangan pekerjaan di sektor jasa dan perdagangan, seperti hotel, restoran, dan kafe, sesuai dengan pendidikan yang tersedia di Kota Bogor.
“Harus ada penyesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Misalnya, apakah sekolah atau lembaga pendidikan di Bogor sudah menawarkan program manajemen perhotelan, pendidikan barista, atau sertifikasi koki?” ujarnya.
Dedie juga menyampaikan bahwa sejak 2020 hingga 2023, Kota Bogor telah membuka lebih dari 300 usaha baru di sektor hotel, restoran, dan hiburan. Usaha-usaha tersebut berpotensi menyerap ratusan hingga ribuan tenaga kerja. Namun, Dedie menyadari bahwa masalah utama adalah kurangnya kecocokan antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami akan memfasilitasi penyesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar, termasuk memberikan peluang kepada lembaga pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum mereka,” tambah Dedie.
Dedie juga berencana untuk memperbanyak job fair dan program pemagangan di Kota Bogor. Program ini, menurutnya, akan membantu masyarakat mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan secara langsung, tidak hanya di Bogor, tetapi juga di wilayah sekitar, termasuk Jakarta.
“Tidak hanya itu, Balai Latihan Kerja (BLK) juga akan kami optimalkan. Program-program pelatihan seperti menjahit, mengelas, hingga kursus barista dan manajemen hotel akan kami sesuaikan dengan kebutuhan Kota Bogor,” tuturnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, Dedie A. Rachim optimis bahwa peluang kerja di Bogor akan semakin terbuka luas, baik melalui peningkatan investasi maupun penyesuaian kurikulum pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.





