BOGORONLINE.com – Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A. Rachim, mengunjungi kawasan padat penduduk di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam kunjungannya, Dedie mendengarkan keluhan langsung dari warga terkait sejumlah permasalahan, di antaranya pengelolaan sampah dan banjir akibat sistem drainase yang tersumbat.
“Di lingkungan padat seperti ini, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar. Akses pengangkutan sampah yang jauh dari permukiman menyebabkan penumpukan sampah semakin sulit diatasi,” ungkap Dedie, Selasa (15/10/2024).
Menanggapi keluhan tersebut, Dedie menegaskan pentingnya penanganan sampah sejak dari hulu sebagai langkah awal menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Ia juga mendorong adanya solusi yang lebih efektif untuk memperbaiki sistem pengangkutan sampah yang dirasa belum optimal oleh warga.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kita perlu menciptakan gerakan kebersihan massal agar permasalahan sampah bisa diselesaikan secara tuntas,” tambah Dedie.
Selain itu, Dedie juga menyoroti buruknya sistem drainase di wilayah tersebut. Saat sedang berkeliling, hujan deras tiba-tiba turun, membuat saluran air tidak berfungsi dengan baik dan mengakibatkan genangan di jalanan. Dedie mengamati bahwa tersumbatnya saluran air oleh sampah menjadi penyebab utama banjir lokal tersebut.
“Kita saksikan sendiri, saat hujan turun, air tidak mengalir dengan baik karena saluran air tersumbat. Solusinya adalah normalisasi saluran air dan drainase di lingkungan ini,” jelas Dedie.
Dedie pun menekankan bahwa normalisasi saluran air harus menjadi prioritas pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim). Ia juga mendorong adanya partisipasi masyarakat dalam gerakan massal membersihkan dan memperbaiki saluran air agar masalah banjir bisa diatasi dari akarnya.
“Normalisasi saluran air dan drainase harus menjadi fokus utama, dan kalau bisa, kita libatkan warga untuk ikut bergerak. Ini bisa menjadi langkah kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Dedie berharap agar persoalan sampah dan drainase di wilayah padat penduduk seperti Menteng bisa diatasi secara berkelanjutan, sehingga lingkungan yang bersih dan bebas banjir dapat terwujud.





