BOGORONLINE.com – Tindakan tegas yang diambil oleh Polresta Bogor Kota dalam mengatasi premanisme di Pasar Tumpah Merdeka mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, salah satunya Indonesia Police Watch (IPW). Ketua IPW sekaligus Anggota DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), menyampaikan apresiasinya atas langkah yang diambil oleh Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, yang turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pedagang.
Sugeng menilai langkah tersebut sangat tepat dan efektif dalam memberantas praktik premanisme yang telah meresahkan para pedagang dan masyarakat sekitar.
“Saya sangat mendukung tindakan Polresta Bogor Kota yang tidak hanya menindak pelaku premanisme, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pedagang. Hal ini memberikan rasa aman bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas ekonomi di pasar,” ujar Sugeng kepada wartawan, Senin (7/10/2024).
Ia juga menekankan pentingnya peran ormas dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan pasar.
“Sebagai anggota DPRD, saya berharap agar pihak kepolisian terus memberikan arahan kepada ormas yang ada di sekitar pasar untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban, serta menindak tegas siapapun yang melakukan kekerasan atau pelanggaran hukum,” tambahnya.
Sebelumnya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan bahwa sembilan orang pelaku premanisme telah berhasil diamankan. Mereka ditangkap setelah adanya laporan dari para pedagang yang mengaku kerap dipaksa untuk membayar uang keamanan dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp120 ribu per malam.
“Para pelaku telah kami amankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Bogor Kota,” ujar Bismo saat memberikan keterangan pers di Pasar Tumpah Merdeka, Ahad (6/10) malam.
Kapolresta menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan suasana pasar yang aman dan kondusif. Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Polresta Bogor Kota telah mendirikan Pos Pengamanan Terpadu (Pospam) di sekitar pasar yang akan beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari.
“Kami telah menyiapkan langkah antisipasi dengan membangun pos pengamanan terpadu yang akan memastikan keamanan di pasar selama 24 jam. Kami berharap ini bisa memberi rasa tenang bagi para pedagang dan masyarakat,” pungkas Bismo.
Dengan langkah ini, diharapkan premanisme di pasar-pasar wilayah Kota Bogor bisa diatasi, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa ancaman atau gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.





