Kabupaten Bogor Mencari Pemimpin

Oleh: Abah Yayat

Dalam ruang kehidupan, kita akan dihadapkan pada dua keadaan: mempengaruhi atau dipengaruhi, mengarahkan atau diarahkan, mengendalikan atau dikendalikan, dan memimpin atau dipimpin. Jadi ruang kehidupan adalah ajang dimana terjadinya perebutan dan pergeseran hegemoni atau dominasi.

Politik atau kepemimpinan itu seni mempengaruhi, mengarahan, dan mengendalikan, maka harus dipastikan ia memiliki visi dan tujuan yang jelas, pasti, terukur, dapat dicapai, dan dapat diandalkan. Apakah calon tersebut benar – benar memiliki visi dan tujuan yang bisa diandalkan? itu dapat diketahui dari rekam jejak yang selama ini kita lihat dan rasakan. Pemimpin itu harus lahir dari rahim masyarakat, mengalir seperti darah hingga bisa merasakan getar nadi dan detak jantung masyarakat, mengetahui dan memahami harapan dan keinginan terdalam masyarakat, kemudian dengan tekadnya yang kuat ia akan membawa masyarakat untuk meraih kesejahteraan lahir dan batin.

Tantangan terberat dan terbesar pimpinan kiwari adalah membersihkan politik dari berbagai kepentingan yang seringkali menutupi kemuliaan dan kehormatannya. Masyarakat kini sudah kehilangan kepercayaan, apatis, skeptis, dan bahkan prustasi terhadap politik. Politik sejatinya pekerjaan yang mulia dan terhormat karena kita akan menyerahkan kepercayaan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mengangkat harkat dan martabat kita. Inilah tugas berat dan besar menanti para politikus. Tugas ini bisa membuat mulia dan terhormat atau sebaliknya bisa membuat seseorang menjadi hina.

Tanggungjawab moral yang berat dan besar ini hanya bisa dipikul oleh mereka yang memiliki integritas yang kuat, kokoh, dan tangguh. Kita harus memulihkan kepercayaan rakyat pada kegiatan politik. Karena sikap rakyat akan sangat tergantung pada sikap pemimpinnya.

Kita kini disini akan memilih pemimpin. Siapa diantara calon pemimpin yang ada kini mendekati yang ideal? Salah atau keliru memilih pemimpin, maka kita sedang membuat kesalahan dan kekeliruan untuk kita dimasa depan. Orang cerdas kata Socrates adalah, “orang yang mengetahui konsekuensi atas setiap pilihannya dan ia akan memilih yang konsekuensinya lebih baik” jadilah pemilih yang cerdas!
Tanggal 27 November 2024 Masyarakat kabupaten bogor akan berbondong bondong kebilik suara untuk memberikan suara bagi perbaikan Nasib. Itu adalah suara Tuhan yang dititipkan kepada Rakyat agar yang dipilihnya bisa mewakili Tuhan dalam mensejahterakan lahir dan batin masyarakat. Inilah tugas kekhalifahan yang diemban oleh siapa saja yang akan memimpin. Sebuah tugas mulia yang harus menjaga bumi dan penduduk yang ada didalamnya. Tugas mulia ini sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 yang berbunyi: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *