Jadilah Guru Pejuang

Headline, KOLOM, Sosok787 views

Oleh : Yayat Supriyatna 

Penulis Adalah Praktisi Pendidikan 

Menurut teori Hijriyah, Abad ke-15 Hijriyah adalah masa kebangkitan Islam. Dalam teori ini, selama 7 abad pertama umat Islam mengalami masa keemasan dan kejayaan peradaban. Namun, dalam 7 abad berikutnya, umat Islam menghadapi masa kemunduran dan keruntuhan peradaban. Kini, umat Islam berada di tahun 1545 H, abad yang diyakini sebagai waktu kebangkitan kembali. Jika pendidikan diletakkan dalam kerangka teori Hijriyah ini, maka pendidikan harus menjadi bagian integral dalam menyongsong era kebangkitan Islam.

Dalam konteks ini, sejarah menempatkan profesi guru sebagai mujahid pendidikan. Pendidikan menjadi bentuk jihad bagi seorang guru, sementara sekolah, kelas, dan segala aktivitas di dalamnya adalah medan jihad. Tidak ada peradaban besar yang lahir tanpa ilmu pengetahuan yang menginspirasi dan mendasarinya. Peradaban Yunani lahir melalui filsafatnya, peradaban Islam mencapai puncak melalui era keemasannya, dan peradaban Barat tumbuh melalui masa renaissance. Dalam konteks peradaban inilah, peran dan fungsi guru sangat signifikan. Guru kembali dipandang sebagai pelopor, mujahid pendidikan yang berjuang demi kemajuan umat. Inilah makna sejati dari seorang guru sebagai pejuang.

Menjadi guru pejuang memerlukan persiapan dan kesiapan dalam berbagai aspek: intelektual, moral, mental, spiritual, dan sosial. Hal ini mencakup perencanaan yang matang, jelas, terukur, dapat diandalkan, serta tekad kuat yang dilandasi pengendalian diri yang terarah. Yang paling penting dari semua itu adalah motivasi dan orientasi yang benar, sesuai dengan nilai-nilai yang bisa dibenarkan oleh Yang Maha Benar.

Saat ini, dunia dan bangsa-bangsa menantikan hadirnya guru-guru pejuang yang memiliki identitas sejati sebagai mujahid pendidikan. Guru-guru inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa menuju tangga kemuliaan dan kehormatan. Bangsa yang memiliki harga diri dan citra baik akan dihormati, disegani, dan bahkan dijadikan panutan oleh bangsa-bangsa lain.

 

Selamat Hari Guru 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *