Polres Bogor Ungkap Peredaran Narkoba Jenis Sabu Senilai Tujuh Milyar

BOGORONLINE.COM – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor, kembali berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan meringkus dua pelaku berinisial CMP (34) yang merupakan warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, dan RS (33) yang tinggal di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Minggu (05/01/2025) lalu.

Melalui keterangan resminya, Wakapolres Bogor, Kompol Adhimas Sriyono Putra mengatakan, penangkapan pertama dilakukan di sebuah rumah kontrakan milik CMP yang terletak di Jalan H. Muhari, Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan total berat 6,9 kilogram, serta beberapa alat bukti lainnya, yaitu handphone.

“Bahwa setelah penangkapan tersebut, petugas melanjutkan pengembangan kasus dan berhasil menemukan pelaku kedua, RS, di rumah kontrakannya yang juga berada di Kampung Sawah, Cilodong,” jelas Komp Adhimas Sriyono Putra dalam jumpa persnya di Mako Polres Bogor, pada Jum’at (10/01/2025).

Ia melanjutkan di rumah penggerebekan itu petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 6,04 gram, serta timbangan elektrik yang digunakan oleh pelaku untuk menimbang narkotika yang akan diedarkan.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, lanjut Adhimas, mereka mendapatkan perintah dari seseorang berinisial G (yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO) yang masih dalam pengejaran.

“Dimana untuk mengambil sabu di daerah Babakan Madang tersebut dan kemudian menyerahkannya kepada Pelaku CMP untuk diedarkan kembali sesuai dengan instruksi dari G (DPO),” ujarnya.

Kompol Adhimas menambahkan, dalam pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku tersebut mengakui bahwa mereka mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil mereka edarkan.

Mereka juga mengungkapkan bahwa sabu tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Jabodetabek.

“Meskipun para pelaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut, namun tindakan mereka sangat meresahkan karena dapat membahayakan banyak jiwa,”. tegas Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan diperkirakan jumlah sabu yang berhasil disita dari kedua pelaku CMP dan RS, di mana Sat Narkoba Polres Bogor dapat menyelamatkan sekitar 250.000 jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

Untuk proses hukum selanjutnya, sambungnya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara paling singkat enam tahun.

“Saat ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengejar pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika ini,” jelasnya.

Masih ditempat sama, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Nur Istiono mengungkapkan, Polres Bogor berkomitmen untuk terus memerangi peredaran narkoba.

Bagi dia, kasus ini menjadi bukti keberhasilan Polres Bogor dalam mengungkap sindikat peredaran narkoba yang cukup besar.

“Dan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serta mempersempit ruang gerak bagi peredaran narkotika di Indonesia,” tandas AKP Nur Istiono.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *