BOGORONLINE.com – Ribuan umat Islam dari berbagai elemen masyarakat Kota Bogor memadati kawasan Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, pada Jumat (16/5/2025) siang, untuk mengikuti aksi solidaritas kemanusiaan mendukung Palestina. Meski diguyur hujan lebat, para peserta tetap antusias menyuarakan tuntutan penghentian genosida di Jalur Gaza dan mendesak dunia internasional untuk bertindak.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.05 WIB ini dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan Asep Abdul Qadir, yang juga menjabat sebagai Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Bogor. Massa berkumpul usai menunaikan salat Jumat berjamaah di Masjid Raya Baranangsiang, lalu melakukan longmarch ke Tugu Kujang sambil membawa atribut dukungan, mulai dari bendera Palestina, mobil komando, spanduk, hingga banner bertuliskan pesan-pesan solidaritas.
Dalam orasinya, Asep Abdul Qadir menegaskan bahwa hujan deras tidak menyurutkan semangat peserta. Justru, menurutnya, cuaca ekstrem menjadi simbol bahwa solidaritas warga Bogor terhadap Palestina tidak bisa dihentikan oleh kondisi apapun.
“Kami tidak akan mundur hanya karena hujan. Hujan ini adalah saksi bahwa umat Islam Bogor tidak tinggal diam. Aksi ini adalah bentuk perlawanan atas penjajahan dan pembantaian yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” tegas Asep dari atas mobil komando.
Asep juga menekankan bahwa aksi tersebut tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi merupakan ekspresi kemanusiaan dan kepedulian global atas penderitaan warga Palestina. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sejumlah tuntutan utama yang menjadi pokok seruan massa aksi, di antaranya:
Mendesak Mahkamah Internasional (International Criminal Court/ICC) untuk segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mengecam agresi militer Israel yang dinilai melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) internasional.
Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera memfasilitasi gencatan senjata permanen di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan Palestina lainnya.
Menyerukan pemboikotan total terhadap produk-produk Israel, serta meminta Pemerintah Indonesia untuk memutus seluruh bentuk hubungan dagang dan diplomatik dengan Israel.
Mengutuk keras tindakan brutal dan destruktif Israel terhadap Masjidil Aqsha, situs suci umat Islam yang selama ini menjadi target kekerasan militer.
Selain diikuti oleh masyarakat umum, aksi solidaritas Palestina di Tugu Kujang juga melibatkan berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa. Perwakilan dari organisasi El Rahma dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) turut menyampaikan orasi mereka sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti pentingnya membangun solidaritas global dari generasi muda Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak abai terhadap isu-isu internasional yang menyangkut keadilan dan kemanusiaan.
“Kami sebagai generasi muda tidak boleh diam. Palestina adalah cermin dari perjuangan umat manusia melawan penindasan. Kita semua bertanggung jawab menyuarakan kebenaran dan keadilan,” ujar salah satu orator dari KAMMI.
Di tengah berlangsungnya aksi, panitia juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang akan disalurkan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Sejumlah relawan membawa kotak donasi keliling, dan peserta aksi menyambutnya dengan antusias.
Selain itu, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an juga dilakukan sebagai pengingat spiritual dan penguatan moral perjuangan. Pada bagian akhir acara, massa menggelar doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat, mendoakan keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Israel.
Aksi ditutup tepat pukul 16.00 WIB dalam keadaan tertib dan damai. Meski sempat dilanda hujan deras selama lebih dari satu jam, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif dan tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Aksi solidaritas Palestina yang digelar di Tugu Kujang ini mendapatkan respons positif dari warga Kota Bogor dan netizen. Sejumlah video dan foto aksi tersebar di media sosial dengan tagar seperti #BogorUntukPalestina, #SolidaritasPalestina, dan #BoikotProdukIsrael yang menjadi trending lokal di X (sebelumnya Twitter) dan Instagram.
Salah satu warga Bogor, Fitri (32), mengaku terharu melihat banyak orang tetap bertahan meski hujan mengguyur dengan deras. Ia yang datang bersama keluarganya berharap aksi-aksi seperti ini dapat menggugah hati pemerintah dunia untuk segera menghentikan penderitaan warga Palestina.
“Kalau kami di sini hanya kehujanan, saudara-saudara kita di Gaza justru menghadapi bom dan peluru. Ini pengorbanan kecil yang harus kami lakukan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Asep Abdul Qadir menegaskan bahwa aksi solidaritas untuk Palestina di Bogor tidak akan berhenti pada hari itu saja. Ia menyatakan bahwa FPI Kota Bogor bersama berbagai elemen masyarakat akan terus turun ke jalan, menggalang dukungan publik, dan menyuarakan keadilan hingga Palestina merdeka sepenuhnya dari pendudukan Israel.
“Ini bukan aksi terakhir. Ini adalah bagian dari gerakan panjang. Kami akan terus menyuarakan perlawanan terhadap penjajahan. Kami akan terus berdiri bersama Palestina sampai kemerdekaan itu benar-benar terwujud,” pungkas Asep.
Aksi di Kota Bogor ini juga menjadi refleksi dari meningkatnya kesadaran dan kepedulian global terhadap krisis kemanusiaan di Palestina, khususnya di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2024. Data terakhir menunjukkan bahwa ribuan warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, menjadi korban serangan militer Israel.
Pemerintah Indonesia sendiri telah secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam berbagai forum internasional. Namun, desakan publik untuk mengambil tindakan lebih konkret, seperti pemutusan hubungan dagang dengan perusahaan-perusahaan yang mendukung rezim Israel, terus menguat.





