Terima Masukan Masyarakat Soal Program MBG, Dewan RI Achmad Ru’yat dan Badan Gizi Nasional Punya Jawaban Masing-Masing

Headline453 views

Bogor, Bogoronline.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menerima masukan langsung dari masyarakat utamanya soal pengalihan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pembukaan lapangan kerja baru dan pendidikan gratis bagi seluruh anak Indonesia.

Moment ini terjadi ketika Achmad Ru’yat menggelar sosialisasi program MBG di yayasan Al-Kautsar, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (11/05/2025).

Warga asal Klapanunggal bernama Didin Suhardiman mengusulkan lewat Achmad Ru’yat agar anggaran program MBG yang nilainya mencapai 7 triliun rupiah lebih dialihkan pemerintah untuk menjadi program pembukaan lapangan kerja baru.

“Kalau pekerjaan orang tuanya baik, inshaAllah gizi anaknya juga baik, saya juga bingung dengan program di Jawa Barat, ada 9 langkah program pendidikan, tapi di point 5, untuk menyongsong program MBG secara merata setiap peserta didik diwajibkan membawa makanan ke sekolah sebagai bentuk mengurangi uang jajan,” kata Didin.

“Tapi namanya anak-anak itu tetap minta jajan, kami 10 atau 20 ribu tetap keluar uang, ini malah kami jadi bingung,” sambung Didin.

Selain itu anggota DPRD Jabar Fikri Hudi yang menyampaikan pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara tersebut agar kedepan, baiknya anggaran MBG diberikan langsung kepada orang tua penerima manfaat dalam bentuk uang tunai, juga menjadi catatan bagi BGN dan Dewan Komisi IX dalam acara ini.

Merespon hal ini, Achmad Ru’yat mengatakan bahwa hal ini menjadi masukan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan bakal disampaikan langsung dalam rapat dengar pendapat (RDP) selanjutnya.

“Ini masukan-masukan dari masyarakat, disinilah pentingnya sosialisasi dari Badan Gizi Nasional tentang makan bergizi gratis, seluruh masukan-masukan ini tentu ada tanggung jawab masing-masing, tentang tadi lowongan pekerjaan dan sebagainya ini lintas kementerian, ada Kementerian Ketenagakerjaan ada kementerian mungkin juga katakanlah untuk investasi dan seterusnya,” tukas Ru’yat.

“Tapi program ini merupakan janji kampanye Bapak Prabowo Subianto yang sudah masuk dalam Asta Cita, jadi ada 8 program utama, bukan unggulan lagi, tapi utama yang memang harus disukseskan,” lanjut Ru’yat.

“Dilapangan ternyata ada beberapa kendala, ini sebenarnya evaluasi karena dari anggaran 71 triliun untuk tahun 2025, memang ketika kemarin kami melakukan RDP dengan Badan Gizi Nasional yang baru terserap itu 3,36 persen jadi masih kecil, sehingga memang disana-sini belum belum katakanlah dirasakan,” imbuh mantan Wakil Wali Kota Bogor ini.

“Tapi ini secara bertahap dan BGN sudah presentasi sampai katakan bulan November capaiannya berapa penerima manfaat. Jadi masukan-masukan ini sangat bagus untuk upaya-upaya perbaikan,” pungkas Ru’yat.

Menanggapi pernyataan KDM, perwakilan BGN dalam acara tersebut bernama Rima Nurisa Brahmani selaku fungsional BGN mengatakan ada kekhawatiran dari lembaganya jika masyarakat diberikan uang tunai bakal ada penyimpangan penggunaan uang tersebut alias tidak tepat sasaran.

“Kalau dari kami ya Pak, sebenarnya kalau kita kasih uang ke ibu-ibu atau ke orang tua itu pasti tidak akan dibelikan untuk makanan biasanya, nanti untuk yang lain, misalnya kalau kita kasih uang kepada bapak, nanti belinya rokok atau yang lain, kalau ibu-ibu pasti make-up atau facial kayak lumayan Rp. 15.000 sehari kali sebulan bisa buat facial kan bu, nanti bukan buat anaknya bergizi nanti ibunya yang tiba-tiba kinclong,” kata Rima.

“Makanya kalau kita kasih ke salah satu orang tua, nanti tidak bisa mencapai target dan jika menciptakan SDM yang berkualitas, nanti tidak menjadi Indonesia emas, kalau misalnya menunya itu orang tua yang tahu, tapi nanti makanannya itu-itu saja dan makanan anak-anaknya itu harus mencoba makanan yang lain,” pungkas Rima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *