BOGORONLINE.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menghadiri acara syukuran peresmian Sekretariat Baru DPC Gerindra Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Dedie memaparkan capaian 100 hari kerja pasangan Dedie-Jenal serta menyampaikan sejumlah program prioritas yang sejalan dengan arahan Presiden terkait Asta Cita.
Dedie menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah membentuk Koperasi Merah Putih di 68 kelurahan.
“Alhamdulillah semuanya sudah terbentuk. Tinggal menunggu peresmian pada Hari Koperasi nanti,” ungkap Dedie, Jum’at (20/6/2025).
Di bidang kesehatan, Dedie menyebutkan bahwa Pemkot Bogor telah meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses masyarakat kapan saja melalui puskesmas, tidak hanya saat momentum hari ulang tahun Kota Bogor.
Sementara di sektor pendidikan, Dedie menyoroti inisiasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Pemerintah telah mengajukan lahan eks Sentra Agribisnis seluas 5 hektare, namun lahan datar yang tersedia hanya 3,1 hektare. Oleh karena itu, Dedie memohon dispensasi kepada Menteri Sosial untuk mewujudkan sekolah tersebut.
“Kami ingin mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di Bogor Selatan yang masih rendah. Rata-rata lama sekolah di Kota Bogor baru mencapai 10,5 tahun. Harapannya, warga bisa mengenyam pendidikan dari SD hingga SLTA di wilayahnya sendiri,” jelas Dedie.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dedie menyebutkan bahwa program tersebut terus berjalan dengan baik meski sempat mengalami dinamika.
“Kemarin sempat ada kasus keracunan, namun sudah ditangani. Saat ini, ada pengajuan baru untuk Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG). Kami menargetkan 82 SPPG hadir di Kota Bogor hingga tahun 2027,” katanya.
Saat ini, empat SPPG telah beroperasi dan dua lainnya siap diresmikan. Pemerintah juga mencatat ada lebih dari 10 pengajuan dapur baru tahun ini, meski tetap harus memenuhi sejumlah kriteria.
Menanggapi kebijakan Work From Home (WFH), Dedie menilai penerapannya di Kota Bogor belum relevan.
“Rata-rata rumah pegawai di Bogor cukup dekat dengan tempat kerja. Jadi, baik WFH maupun kerja langsung sama-sama memungkinkan. Kami masih akan pelajari dulu,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam menyampaikan bahwa kepindahan sekretariat dari Panuraya ke lokasi baru di Riyatan diharapkan membawa semangat baru.
“Mudah-mudahan ini jadi tempat perjuangan, suasananya lebih terbuka dan segar dibanding sebelumnya,” ujar Sopian.
Ia juga menyampaikan harapan agar Gerindra dapat terus mendukung program pemerintah Kota Bogor, serta mendorong agar program-program prioritas nasional seperti 82 dapur MBG bisa segera terealisasi secara merata.
“Untuk mendukung percepatan program tersebut, dibutuhkan tambahan tenaga seperti kepala dapur yang harus melalui pendidikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kami berharap ada penambahan,” kata Sopian.
Selain itu, Sopian juga menekankan pentingnya pengawalan terhadap program Koperasi Merah Putih sebagai upaya pemerataan ekonomi.
“Kami ingin program ini berjalan sesuai harapan, agar bisa menjadi tulang punggung pemberdayaan ekonomi rakyat,” pungkasnya.





