BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota Bogor tengah memoles wajah Lapangan Sempur menjelang Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan digelar di lokasi tersebut. Sejumlah pekerjaan perbaikan dan penataan dilakukan, mulai dari mengganti paving block, memperbaiki kastin yang rusak, memangkas pepohonan, hingga mengecat ulang pembatas jalan.
Langkah ini bertujuan menghadirkan suasana segar dan nyaman bagi ribuan warga serta tamu undangan yang akan hadir dalam upacara bersejarah itu.
Nama Sempur diambil dari sejenis pohon yang dulu tumbuh subur di kawasan tersebut. Buahnya berbentuk menyerupai melon kecil dengan rasa asam, dan hingga kini masih bisa dijumpai di Kebun Raya Bogor. Kisah ini tercatat dalam buku “Jalan Panjang Bogor” karya Dewi Pandji.
Terletak di lembah sisi Sungai Ciliwung, Sempur menawarkan pemandangan alam yang eksotis di tengah hiruk pikuk Kota Bogor. Lapangan rumput yang luas, pepohonan rindang, dan aliran sungai berbatu menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan ini tetap lestari hingga sekarang.
Seiring perkembangan zaman, Pemkot Bogor mengubah Lapangan Sempur menjadi Taman Sempur dengan berbagai fasilitas tematik. Di tengahnya terdapat lapangan rumput hijau, sementara di sekelilingnya dibangun taman ekspresi, area skateboard, lapangan basket, jalur refleksi kaki untuk lansia, taman kaulinan berisi permainan tradisional anak, hingga fasilitas panjat tebing.
Taman ini juga dirancang ramah lingkungan dengan teknologi penyerap air hujan yang mencegah genangan sekaligus menjadi cadangan untuk menyiram rumput. Penyiraman dilakukan menggunakan sistem pipa bawah tanah dan sprinkler otomatis yang muncul dari kedalaman 20 cm saat digunakan.
Jogging track selebar 7 meter membentang mengelilingi lapangan sepanjang 1.887 meter, bebas dari genangan air dan nyaman digunakan kapan saja.
Pada malam hari, Taman Sempur memancarkan keindahan melalui 150 titik lampu yang menyala otomatis. Cahaya yang terpancar membuat kawasan ini tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi pengunjung.
Keamanan semakin terjamin dengan hadirnya park ranger yang bergantian menjaga seluruh taman kota, termasuk Sempur. Mereka bertugas mengawasi, menegur pelanggaran, hingga memastikan taman bebas dari pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang tidak tertata.
Untuk menjaga keharmonisan, Pemkot Bogor bersama Paguyuban Masyarakat Kelurahan Sempur menata PKL agar tetap bisa berjualan tanpa mengganggu estetika dan kenyamanan taman. Paguyuban ini bahkan membentuk satgas beranggotakan 15 orang relawan yang ikut mengawasi taman, khususnya di akhir pekan.
Bagi warga Bogor, Taman Sempur bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi “oksigen jiwa” tempat melepas penat, berinteraksi, berolahraga, atau sekadar bersantai bersama keluarga.
Perhelatan HUT RI ke-80 di Lapangan Sempur nantinya diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, sekaligus momentum mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian taman sebagai warisan kota.
“Siapapun yang merasa dirinya Urang Bogor sudah sepantasnya ikut menjaga Sempur, agar selalu menyuguhkan pesona alamnya dan menjadi kebanggaan kita semua,” ungkap Hery, warga Bogor yang kerap berolahraga di lokasi tersebut.
Dengan persiapan yang matang, Lapangan Sempur siap menjadi pusat perhatian pada 17 Agustus 2025, menyambut kemeriahan merah putih di jantung Kota Bogor.





