Mahasiswa KKN-T IPB kenalkan inovasi pertanian Modern di Desa Gunung Malang

Bogor, Agustus 2025 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB melaksanakan program kerja bertema Tumbuh 1 dan Tumbuh 2 di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Program ini mengusung semangat “Tanam Unggul Modern Berbasis Inovasi dan Teknologi Hijau” yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong masyarakat untuk mengadopsi inovasi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Program Tumbuh 1 berlangsung pada 10, 11, dan 29 Juli 2025. Kegiatan difokuskan pada penanaman benih padi unggul varietas IPB 9G dan sosialisasi aplikasi digital IPB Digitani. Petani Desa Gunung Malang, termasuk Pak Odih, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Melalui program tersebut, petani memperoleh benih padi IPB 9G serta produk pendukung pertanian, seperti pestisida moluskisida, pupuk organik cair, EM4, dan sekam bakar.

“Dengan adanya benih IPB 9G ini, kami merasa terbantu. Benihnya lebih tahan terhadap hama, dan kami juga dapat belajar menggunakan aplikasi Digitani untuk mendukung pengelolaan sawah,” ujar Pak Odih, salah satu petani penerima manfaat.

Sementara itu, Tumbuh 2 dilaksanakan pada 11 dan 12 Juli 2025 dengan kegiatan penanaman bibit tanaman berbuah, antara lain sirsak, alpukat, dan durian. Peserta kegiatan ini tidak hanya dari kalangan petani, tetapi juga masyarakat umum Desa Gunung Malang. Mahasiswa KKN-T mendampingi langsung proses penanaman bersama masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang membagikan benih dan bibit, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa pertanian modern bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, inovatif, dan ramah lingkungan,” kata Koordinator KKN-T IPB Desa Gunung Malang.

Dengan keberhasilan kedua program tersebut, mahasiswa berharap inovasi pertanian hijau dapat diterapkan secara berkelanjutan. Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga membuka jalan bagi terwujudnya kemandirian pangan desa. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat langsung berupa benih dan bibit, tetapi juga pengetahuan baru untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan di masa depan.

(IST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *