bogorOnline.com-BABAKAN MADANG
Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, membuka data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengejutkan mengenai kemiskinan di Indonesia kemarin.
Pada rapat kerja yang disiarkan melalui kanal YouTube Komisi V DPR RI Channel tersebut, Menteri yang akrab disapa Ara ini memerintahkan salah satu Dirjen PKP, Fitriah Nur, untuk menampilkan data BPS tentang 100 Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk miskin terbesar.
Kabupaten Bogor Memimpin Daftar Peringkat Pertama Penduduk Miskin Tertinggi di Indonesia
Data tersebut secara spesifik menempatkan Kabupaten Bogor sebagai peringkat teratas. Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota dan tempat tinggal tokoh nasional ini tercatat memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak, yaitu mencapai 401 ribu jiwa.
Terpisah se orang nenek bernama Piyah (60), warga Kampung Cimandala, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, masih tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah sederhana yang ia tempati sudah lama mengalami kerusakan dan tidak lagi memenuhi standar hunian layak.
Bagian atap rumah diketahui bocor parah ketika hujan, dinding rumah mulai rapuh, serta lantai yang tidak rata membuat aktivitas sehari-hari menjadi cukup berisiko bagi perempuan lanjut usia tersebut. Meski begitu, Nenek Piyah tetap bertahan karena tidak memiliki tempat tinggal lain.
Warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi Nenek Piyah. Sesekali tetangga membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak atau memberi makanan, namun kerusakan yang ada kini sudah terlalu banyak dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf, menyatakan bahwa pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut. Ia memastikan akan segera menindaklanjuti laporan warga.
“Saya baru mengetahui kondisi Ibu Piyah. Kami akan segera memberikan bantuan dan sudah memerintahkan jajaran untuk mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujarnya saat dihubungi Wartawan Kamis (20/11/25).
Pernyataan tersebut memberikan harapan baru bagi warga sekitar bahwa bantuan perbaikan rumah atau program sosial lainnya dapat segera diterima oleh Nenek Piyah.
Masyarakat berharap langkah cepat pemerintah benar-benar terealisasi, sehingga Nenek Piyah dapat menikmati masa tuanya dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat.(rul)





