bogorOnline.com-PARUNG
Hujan yang mengguyur Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, tidak menyurutkan langkah ratusan perempuan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Sejak pagi, mereka memadati Musholah Al Mukaromah untuk mengikuti Harlah NU dan Tawaqufan Majelis Taklim Muslimat NU Kecamatan Parung, menegaskan peran strategis perempuan NU sebagai penjaga tradisi keilmuan dan moral generasi.
Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, Usman Azis, menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki posisi sentral dalam menjaga kesinambungan literasi ulama, khususnya literasi ulama salaf, di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
“Perempuan Muslimat NU adalah penjaga dapur keilmuan umat. Dari majelis taklim para ibu inilah nilai-nilai kitab kuning, akhlak ulama, dan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah diwariskan secara nyata kepada keluarga,” ujar Usman Azis kepada wartawan usai kegiatan.
Menurutnya, penguatan literasi ulama di kalangan Muslimat NU bukan sekadar kegiatan pengajian rutin, melainkan bagian dari upaya strategis menjaga identitas Nahdlatul Ulama agar tetap berakar kuat pada khazanah keilmuan klasik.
“Jika ibu-ibunya kuat secara literasi ulama, maka anak-anaknya akan tumbuh dengan pijakan keilmuan dan akhlak yang kokoh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cogreg, Mad Yusup Supriatna, mengapresiasi kiprah Muslimat NU yang dinilainya memiliki kontribusi nyata dalam membangun ketahanan moral dan sosial masyarakat desa.
“Perempuan Muslimat NU ini bukan hanya aktif di majelis taklim, tetapi juga menjadi benteng moral keluarga dan lingkungan. Mereka adalah sekolah pertama bagi anak-anak di Desa Cogreg,” kata Mad Yusup.
Ia berharap eksistensi Muslimat NU terus menguat dan berkembang sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menjaga keharmonisan sosial dan keagamaan.
“Semoga Muslimat NU semakin solid, berdaya, dan keberadaannya terus membawa maslahat bagi umat dan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Harlah NU dan Tawaqufan ini menjadi momentum penguatan peran perempuan NU sebagai pilar keilmuan, moral, dan peradaban, sekaligus menegaskan bahwa gerakan keagamaan perempuan memiliki dampak besar bagi masa depan generasi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Ketua MUD Cogreg, Kiyai Khudri dan para tokoh agama di Kecamatan parung.(rul)





