BOGORONLINE.com – Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor. Sektor kuliner, jasa, hingga perhotelan tumbuh pesat dan menjadi penopang utama pendapatan daerah, meski masih dihadapkan pada sejumlah persoalan perkotaan seperti penataan pedagang kaki lima (PKL) dan banjir lintasan.
Lurah Babakan, Andri Junizar, mengungkapkan hal tersebut dalam pemaparannya, Kamis (30/4/2026). Ia menjelaskan, wilayah seluas sekitar 146,2 hektare itu memiliki karakteristik unik karena berbatasan langsung dengan Kelurahan Tegallega di beberapa sisi.
Menurut Andri, Babakan menjadi salah satu kelurahan dengan jumlah pelaku usaha terbanyak di Bogor Tengah. Tercatat ada sekitar 17 hotel berbintang, serta puluhan restoran dan kafe yang berkontribusi terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan total 1.953 wajib pajak.
“Kelurahan Babakan ini banyak pelaku usaha, termasuk hotel, resto, dan kafe yang jika dibandingkan dengan 10 kelurahan lain di Bogor Tengah, kita termasuk yang paling banyak. Di sektor pendidikan, kita juga memiliki aset besar seperti SD Gunung Gede, SD Papandayan, hingga SMK Negeri 3 Bogor,” ujar Andri.
Di sisi lain, keberadaan 1.115 PKL yang tersebar di sejumlah titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, hingga kawasan rumah sakit menjadi perhatian serius. Pemerintah kelurahan kini mengedepankan pendekatan pembinaan untuk menciptakan ketertiban tanpa relokasi.
“Konsepnya adalah pembinaan dan penataan. Karena kita tidak memiliki lahan khusus untuk relokasi, maka pendekatannya adalah pembinaan agar penggunaan bahu jalan dan trotoar bisa lebih tertata,” tuturnya.
Penataan tersebut ditargetkan mulai menunjukkan hasil dalam tiga bulan ke depan, seiring arahan pimpinan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.

Selain itu, persoalan banjir lintasan di wilayah RW 03 dan RW 06 juga menjadi fokus penanganan. Andri menyebut, penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase yang kerap ditutup permanen oleh warga.
“Masalahnya seringkali karena drainase itu ditutup permanen oleh masyarakat untuk keperluan dapur atau bangunan mereka, sehingga ketika banjir besar, mereka bingung karena tidak bisa dikontrol. Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR dan Perkim untuk normalisasi drainase serta sungai kecil di wilayah tersebut,” jelasnya.
Upaya peningkatan infrastruktur juga terus berjalan. Salah satunya melalui kegiatan pengaspalan jalan di RW 02 yang bersumber dari APBD sebagai bagian dari perbaikan sarana dan prasarana wilayah.
Di sektor sosial, pemerintah kelurahan mencatat masih terdapat 14 anak dengan kondisi stunting yang terus mendapatkan intervensi. Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga rutin diberikan kepada 471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Alhamdulillah, kami juga dibantu oleh Yayasan KBLM untuk pemberian susu dan makanan tambahan bagi anak-anak. Fokus kami adalah bagaimana angka 14 ini terus berkurang setiap bulannya,” pungkas Andri.
Dengan potensi ekonomi yang besar serta tantangan yang masih dihadapi, Pemerintah Kelurahan Babakan mendorong kolaborasi antara dinas terkait, pelaku usaha, dan masyarakat guna mewujudkan wilayah yang lebih tertata, produktif, dan mandiri.





