BOGORONLINE.com – Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi teknis untuk mengatasi tantangan distribusi air bersih di Kota Bogor.
Menurut Dani, pengembangan jaringan perpipaan yang tengah berlangsung berdampak pada sistem hidrolis antara pipa lama dan pipa baru. Kondisi ini memicu penyesuaian aliran berdasarkan gravitasi di dalam jaringan distribusi.
“Ini merupakan konsekuensi positif dari pengembangan jaringan. Sistem hidrolis akan menyesuaikan dan berubah sesuai alur gravitasi yang ada. Namun, hal ini bukan tanpa solusi. Kami setiap tahunnya selalu mengantisipasi perubahan tersebut,” ujar Dani, kemarin.
Ia menjelaskan, belum optimalnya distribusi air selama 24 jam di sejumlah wilayah dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tingkat kebocoran jaringan. Untuk itu, Direktorat Operasional memprioritaskan penanganan kebocoran yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Strategi kami adalah memprioritaskan perbaikan yang dampaknya masif. Monitoring dan evaluasi terus dilakukan agar kami tetap waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi di jaringan,” jelasnya.
Selain itu, penguatan jaringan menjadi langkah strategis lainnya. Dani menyebut, jika penambahan jaringan di suatu wilayah memengaruhi tekanan air di wilayah lain, maka pihaknya akan melakukan intervensi teknis.
“Kami melakukan penguatan jaringan melalui pemasangan pipa paralel atau penggunaan pompa dorong jika memang diperlukan. Semua ini sudah masuk dalam rencana perusahaan tahun 2026,” tambahnya.
Dani menegaskan, komitmen utama Perumda Tirta Pakuan pada tahun ini adalah menjaga dan meningkatkan kualitas layanan melalui tiga pilar utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3).
Pihaknya juga memastikan akan terus responsif terhadap dinamika di lapangan guna menjamin masyarakat mendapatkan akses air bersih yang optimal di seluruh wilayah Kota Bogor.





