BOGORONLINE.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan seluruh persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyebut pelaksanaan Porprov telah memiliki landasan hukum yang kuat. Hal itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang menetapkan Kota Bogor sebagai tuan rumah bersama dengan Kota Bekasi dan Kota Depok.
“Penyelenggaraan Porprov ini sudah memiliki landasan hukum melalui SK Gubernur Jawa Barat. Kota Bogor berstatus sebagai tuan rumah bersama,” ujar Anas saat press gathering di Kantor Dispora, GOR Pajajaran, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, kepanitiaan lokal juga telah dibentuk melalui Surat Keputusan Wali Kota Bogor. Selain itu, tahapan awal kegiatan ditandai dengan kick off Porprov yang digelar pada 28 Februari 2026.
Dispora Kota Bogor telah menyusun tahapan persiapan secara terukur, dimulai dari proses verifikasi pada Desember 2025. Selanjutnya, pendaftaran entry by number dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dilanjutkan perekrutan relawan dan liaison officer (LO) pada September 2026.
Adapun pelaksanaan pertandingan akan digelar pada 7 hingga 20 November 2026.
“Persiapan kita berjalan sesuai tahapan. Semua sudah terukur dan terus kami monitor agar tidak ada yang meleset dari jadwal,” jelasnya.
Dalam ajang tersebut, Kota Bogor akan mengampu 24 cabang olahraga dan 28 subcabang olahraga, dengan total 418 nomor pertandingan yang memperebutkan 418 medali emas.
Sebanyak 20 cabang olahraga akan dipertandingkan langsung di Kota Bogor. Sejumlah venue telah disiapkan, di antaranya GOR Pajajaran, fasilitas Institut Pertanian Bogor (IPB), serta berbagai hotel dan sarana olahraga lainnya.
Dispora memperkirakan sekitar 5.424 atlet dan ofisial dari seluruh Jawa Barat akan hadir selama penyelenggaraan Porprov di Kota Bogor, di luar jumlah suporter.
Dengan skala tersebut, Pemerintah Kota Bogor tidak hanya memfokuskan pada kesiapan teknis pertandingan, tetapi juga pada dukungan sarana seperti akomodasi, transportasi, dan layanan kesehatan.
“Kita pastikan semua aspek siap, baik dari sisi venue, akomodasi, hingga pelayanan. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga membawa dampak ekonomi bagi Kota Bogor,” tutup Anas.





