bogorOnline.com-KLAPANUNGGAL
Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah diduga milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang bertuliskan pengelolaan sampah Bio Drying Demo Plant di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor cemari lingkungan berupa bau busuk dan air lindi (leachate).
Pengedaran sepeda motor Gunawan mengatakan, memang dilokasi tersebut saat ini banyak sekali sampah rumah tangga (limbah domestik). Seluruh buangan sisa aktivitas sehari-hari di lingkungan pemukiman, di luar kegiatan komersial atau industri.
“Bisa dilihat sendiri itu sampahnya numpuk bau busuk dan air lindinya sampai ke jalan,” ujarnya di lokasi saat ditemui bogorOnline.com belum lama ini.
Nurdin pengawas pengelolaan sampah Bio Drying Demo Plant menjelaskan, Indocement ini menyediakan tempat buat warga, berhubung plennya lagi off, service. Sedangkan sampahnya dari warga. dari Bantar jati, Nambo, Lulut sudah hampir sebulan, karna CSR dialikan ke TPA sekarang, warga juga untuk sementara.
“Kalo yang ngelolanya Indocement dan disini mah cuma pemilahan doang sama warga”, katanya dilokasi,” kemarin kepada awak media.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Bantarjati Supena menuturkan, memang Tps berlokasi di wilayah Indocement ada di desanya dan yang membuang sampah dari Bantarjati, Nambo, Lutut, Leuwikaret, Gunung Putri, Citeureup Desa binaan. Masih Supena menambahkan, tempat sampah tersebut juga pernah ia tegur untuk tutup dulu lantaran, sangat meresahkan masyarakat terlebih kalau sampah sudah menumpuk.
“Terlepas masalah izin ataupun gimana nya saya tidak tau. Intinya kalau sampah dari luar kalau memang istilah nya itu sampai membludak saya juga tidak mau, terlebih kalau ada yang buang sampah dari luar, bukan dari desa binaan,” katanya saat dihubungi Wartawan WA (WhatsApp) pribadinya belum lama ini.
Masih Supena mengatakan, kaitan masalah administrasi izin lingkungan itu pihaknya tidak tau, pada saat pemerintahan dulu dan sudah berjalan. Manfaat untuk desa dan warga tidak terlalu.
“Bingung untuk membuang sampah hanya itu keuntungannya,” katanya.
Sambung Suyono Chief Strategy Officer(CSO) PT. Indocement menjelaskan, terkait dengan TPS diatas pihaknya harus melakukan pengecekan dahulu.
“Saya cari info dulu ya kebagian yang membidangi hal itu,” singkatnya saat dihubungi bogorOnline.com melalui WA (WhatsApp) pribadinya Senin (18/05/26).(rul)






