Malam 1 Muharam 1448 H, FPK Kota Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Muhasabah dan Lestarikan Budaya

BOGORONLINE.com – Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, yang peringatannya dimulai sejak Senin malam (15/6/2026) setelah waktu Magrib.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bogor, Agus Rustandi, menegaskan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan ke arah yang lebih baik.

“Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum hijrah, yaitu berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Ini saat yang tepat untuk melakukan muhasabah, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama,” ungkap Agus Rustandi.

Menurut Agus, makna hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW mengandung pesan penting tentang persatuan, toleransi, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

“Nilai-nilai hijrah mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri, menjaga persatuan bangsa, serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia, khususnya di Kota Bogor,” katanya.

Ia menilai semangat Tahun Baru Islam juga sejalan dengan upaya memperkokoh karakter kebangsaan dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Terlebih, Kota Bogor dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman budaya serta tradisi yang hidup berdampingan dengan perkembangan masyarakat modern.

Karena itu, lanjut Agus, peringatan 1 Muharam dapat dijadikan sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal yang sarat akan nilai gotong royong dan kebersamaan.

Berbagai kegiatan yang selama ini mewarnai perayaan Tahun Baru Islam di Kota Bogor, seperti doa bersama, santunan anak yatim, pengajian, pawai obor, hingga pertunjukan seni tradisional, dinilai sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dipertahankan.

“Budaya dan agama tidak perlu dipertentangkan. Justru budaya yang mengandung nilai luhur, gotong royong, dan kebersamaan dapat menjadi media untuk memperkuat syiar Islam serta mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Agus berharap masyarakat Kota Bogor dapat menjadikan malam 1 Muharam sebagai titik awal untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat nilai kebangsaan, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh rasa syukur, semangat persatuan, dan komitmen untuk terus berbuat kebaikan. Semoga Kota Bogor tetap menjadi kota yang religius, berbudaya, dan harmonis dalam keberagaman,” pungkas Agus.

Sebagai informasi, Tahun Baru Islam identik dengan berbagai kegiatan keagamaan dan refleksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Bulan Muharam juga termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam sehingga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat hubungan sosial, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *