Proyek Trase Jalan R3 Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung dan Bisa Digunakan 2029

BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat pembangunan Trase Jalan R3 di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau langsung perkembangan pembangunan trase tersebut pada Selasa (25/8/2026). Dalam peninjauan itu, Dedie menegaskan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap pekerjaan infrastruktur yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

Dedie meminta seluruh pelaksana pekerjaan mematuhi ketentuan keselamatan dan keamanan selama proyek berlangsung. Ia juga mengingatkan adanya sanksi bagi kontraktor yang tidak menjalankan ketentuan tersebut.

“Saya ingatkan kembali melalui Pak Sekda untuk para pelaksana pekerjaan yang berasal dari APBD Kota Bogor harus mematuhi ketentuan-ketentuan tentang keselamatan dan keamanan. K3 harus dipatuhi,” kata Dedie.

Menurutnya, Pemkot Bogor tidak akan segan memberikan tindakan apabila pelaksana proyek mengabaikan ketentuan keselamatan kerja.

“Kalau memang bandel, ditahan saja pembayarannya. Edaran sudah disampaikan. Kalau masih bandel juga, tidak usah diikutkan lelang kalau perlu ditahan pembayarannya,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan pembangunan pada segmen yang sedang dikerjakan menunjukkan perkembangan positif.

Ia menyebut progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 88 persen. Dalam enam pekan terakhir, realisasi pekerjaan berada di kisaran 33 persen sehingga terdapat deviasi positif sekitar 5 persen dibandingkan target.

“Progres pekerjaan sudah 88 sekian persen. Dalam enam minggu ini pekerjaannya sekitar 33 persen. Jadi ada deviasi positif sekitar 5 sekian persen,” ungkap Esti.

Saat ini, pekerjaan di lokasi peninjauan difokuskan pada pengerasan untuk konstruksi dasar dan pondasi. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan persiapan konstruksi sebelum proses pengecoran dilakukan.

Juniarti memastikan trase tersebut nantinya dibangun dengan dua lajur, sebagaimana ruas jalan yang telah tersedia.

“Dua lajur seperti ini. Sama seperti yang sekarang ini,” katanya.

Pembangunan juga memperhatikan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk saluran air yang berada di sepanjang trase.

Esti menjelaskan pembangunan Trase Jalan R3 juga berkaitan dengan proses pembebasan lahan. Sebagian bidang tanah telah dibebaskan dan sebelumnya telah melalui proses konsinyasi.

Menurutnya, bidang lahan yang telah terkonsinyasi sejak 2015 kini tinggal menjalani tahapan di pengadilan. Sementara satu bidang lain yang sempat tertunda telah diselesaikan pada akhir 2025 dan juga masuk dalam proses konsinyasi.

“Kami tetap menggunakan aturan yang berlaku. Kalau misalnya mereka akan menggugat, nanti setelah semua selesai, silakan dilakukan gugatan di pengadilan. Keputusannya apa, kami Pemerintah Kota Bogor, saya pun Dinas PUPR, akan mengikuti penetapan pengadilan,” jelasnya.

Esti mengatakan, keberadaan trase tersebut memang berdampak pada sejumlah bangunan yang berada di jalur pembangunan. Namun, luas bagian bangunan yang terdampak berbeda-beda sesuai dengan peta bidang tanah.

“Ada yang kena, ada yang kena dapurnya, ada yang semuanya juga sudah habis. Ada yang sebagian masih tersisa 50 meter, sesuai dengan peta bidang tanah,” ujarnya.

Dedie A. Rachim melanjutkan, keberadaan Trase Jalan R3 akan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik yang tinggal di sekitar kawasan maupun pengguna jalan dari wilayah lain.

Selain meningkatkan aksesibilitas, pembangunan jalan baru juga dinilai dapat meningkatkan nilai kawasan serta membuka peluang hadirnya layanan transportasi massal.

“Lahannya di tepi jalan. Tentunya nilainya nanti kalau sudah ada jalan akan naik. Fasilitas masyarakat yang tadinya harus naik Gojek, mungkin nanti bisa ada transportasi massal seperti Biskita dan lain sebagainya. Pembangunan R3 merupakan bagian dari strategi Pemkot Bogor dalam memecah beban lalu lintas dari arah Ciawi menuju pusat Kota Bogor,” kata Dedie.

Dedie menyebut, arus kendaraan dari kawasan Ciawi selama ini banyak bertumpu pada Jalan Raya Tajur. Dengan adanya Trase R3, arus kendaraan diharapkan dapat terbagi sehingga tekanan lalu lintas menuju pusat kota berkurang.

“Intinya, dengan adanya fasilitas R3 ini akan tembus nanti ke Wangun. Itu untuk memecah kondisi transportasi yang dari Ciawi, yang selama ini menggunakan Jalan Raya Tajur menuju dalam kota. Nantinya arus bisa terpecah melalui R3,” jelasnya.

Pemkot Bogor menyiapkan tahapan lanjutan pembangunan Trase Jalan R3 secara bertahap. Untuk tahap saat ini, pembangunan ditargetkan mencapai segmen hingga kawasan tepi sungai.

Selanjutnya, proses pembebasan lahan untuk tahap berikutnya direncanakan berlangsung pada 2027. Tahap konstruksi kemudian ditargetkan berjalan pada 2028 dan dapat diselesaikan untuk digunakan masyarakat pada 2029.

“Untuk tahap ini segmennya sampai tepi sungai. Tahap berikutnya 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 insyaallah bisa dipakai. Mudah-mudahan akhir 2028 sudah selesai,” ungkap Dedie.

Pembangunan Trase Jalan R3 menjadi salah satu bagian dari upaya Pemkot Bogor mewujudkan konektivitas jalan yang lebih baik sekaligus mendukung visi Bogor Lancar.

Dengan konektivitas yang semakin terhubung, pemerintah berharap distribusi pergerakan kendaraan tidak lagi terpusat pada ruas-ruas utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *