BOGOR, Bogoronline.com — Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau diwujudkan Anggota DPRD Jawa Barat, Doni Maradona Hutabarat, dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8.300 liter kepada masyarakat di wilayah Ciherang, Kabupaten Bogor.
Bantuan tersebut didistribusikan kepada sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga desa. Penyaluran air bersih ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Ketersediaan air bersih menjadi persoalan penting bagi masyarakat ketika sumber-sumber air mulai berkurang. Tidak hanya untuk kebutuhan minum dan memasak, air juga dibutuhkan warga untuk mandi, mencuci, menjaga kebersihan rumah, serta berbagai aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Bogor, penanganan dampak kekeringan telah dilakukan sejak 10 Juni 2026. Hingga 5 September 2026, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan lebih dari 4,8 juta liter air bersih melalui 676 titik distribusi yang tersebar di wilayah terdampak. Dampak kekeringan tercatat meluas ke 33 kecamatan dan 178 desa/kelurahan.
Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan BMKG mengenai musim kemarau 2026. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni, dengan puncak umumnya terjadi pada Agustus dan sebagian wilayah berlanjut hingga September. BMKG juga memperkirakan kondisi kemarau 2026 cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Bagi masyarakat Ciherang, bantuan 8.300 liter air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama menghadapi kondisi kekeringan.
Jika bantuan tersebut dibagi berdasarkan jumlah penerima sekitar 150 hingga 200 KK, maka secara rata-rata terdapat sekitar 41 hingga 55 liter air untuk setiap KK, meskipun jumlah yang diterima masing-masing keluarga dapat berbeda sesuai teknis distribusi di lapangan.
Doni Maradona Hutabarat menilai persoalan air bersih perlu mendapatkan perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran bantuan air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.
Penyaluran bantuan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dan perhatian terhadap persoalan yang langsung dirasakan masyarakat di tingkat desa.
Bagi warga, air bersih bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, dan kualitas kehidupan sehari-hari.
Dengan kondisi kemarau yang masih berpotensi berlangsung hingga September di sebagian wilayah, dukungan terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih menjadi bagian penting dalam menjaga kebutuhan dasar warga.
Penyaluran 8.300 liter air bersih oleh Doni Maradona Hutabarat kepada sekitar 150–200 KK di tiga desa tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Ciherang, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kondisi kemarau.





