Penulis: Dina Merliana
BOGOR, Bogoronline.com – Pembelajaran Al-Qur’an dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diwujudkan oleh siswa kelas 4 SDIT QA Baitussalaam melalui kegiatan QAP Level 4 bertajuk Qur’anic Food Project, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Belajar, Berkarya dan Bersyukur atas Nikmat Allah melalui Kegiatan Mengolah Pangan dalam Al-Qur’an”, kegiatan ini mengajak 64 siswa untuk mengenal bahan pangan yang disebutkan dalam Al-Qur’an, mempelajari dalilnya, serta mengolahnya menjadi berbagai produk makanan.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi 10 kelompok dengan lima bahan utama, yaitu pisang, gandum, kurma, labu, dan bawang. Setiap kelompok menghasilkan satu produk olahan, seperti bolu pisang, keripik pisang, pizza mini, cookies gandum, cookies kurma, pastry kurma keju, kue lumpur labu, kroket labu, keripik bawang, dan garlic bread.
Sebelum kegiatan puncak, para siswa melalui sejumlah tahapan, mulai dari diskusi kelompok, pencarian dalil Al-Qur’an, perencanaan produk, uji coba resep, hingga latihan presentasi. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Tidak hanya berfokus pada hasil makanan, Qur’anic Food Project juga menjadi sarana pengembangan karakter siswa. Mereka belajar membagi tugas, bekerja sama, bertanggung jawab, berkreasi, serta membangun keberanian untuk mempresentasikan hasil karya di hadapan guru dan orang tua.
Apresiasi terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh salah satu orang tua siswa. Ia menyampaikan terima kasih kepada sekolah karena telah menghadirkan QAP sebagai bagian dari pembelajaran pembentukan karakter anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, menumbuhkan kecintaan terhadap sesama, serta mengikuti proses belajar dengan penuh antusiasme. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan anak selama persiapan kegiatan.
Dukungan orang tua dalam proses persiapan turut memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga. Anak-anak mendapatkan pendampingan dalam menyiapkan bahan, mencoba resep, dan menyelesaikan produk yang akan dipresentasikan.
Melalui Qur’anic Food Project, siswa diajak memahami bahwa belajar Al-Qur’an tidak hanya dilakukan melalui membaca dan menghafal ayat, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata yang menumbuhkan kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa syukur atas nikmat Allah Swt.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk terus belajar, berkarya, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.





