Kelurahan Cilendek Barat Percepat Aktivasi IKD, Digitalisasi Bansos Jadi Fokus Program

BOGORONLINE.com – Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan penerapan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan sekaligus mendukung pembaruan data penerima bantuan sosial (bansos).

Program tersebut dibahas dalam sosialisasi di Aula Kelurahan Cilendek Barat, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan perangkat daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta insan pers.

Lurah Cilendek Barat, Otong Soekandar, memaparkan kondisi wilayah yang merupakan satu dari 16 kelurahan di Kecamatan Bogor Barat. Cilendek Barat memiliki luas 174,8 hektare dengan 18 rukun warga (RW) dan 78 rukun tetangga (RT).

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk di wilayah tersebut mencapai 21.130 jiwa, terdiri atas 10.572 laki-laki dan 10.558 perempuan. Jumlah itu tersebar dalam 6.960 kepala keluarga (KK).

Otong menegaskan, pihak kelurahan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar tetap responsif dan mengutamakan kepentingan masyarakat, termasuk ketika menghadapi berbagai karakter serta dinamika di lapangan.

“Sebagai pelayan masyarakat, kami senantiasa berani menghadapi berbagai karakter warga. Sekalipun ada dinamika atau emosi, kami tidak boleh terpancing. Kami tetap mengedepankan pelayanan prima,” ungkap Otong.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Kelurahan Cilendek Barat menerapkan sistem jemput bola dalam perekaman dan aktivasi IKD. Petugas mendatangi lingkungan warga, termasuk pada malam hari, guna membantu masyarakat yang terkendala waktu untuk datang langsung ke kantor kelurahan.

“Kami lakukan jemput bola ke wilayah-wilayah. Bahkan seperti semalam, petugas kami melayani warga hingga pukul 24.00 WIB di RW 16. Ini bentuk niat kami membantu warga yang tidak memiliki waktu datang ke kantor kelurahan pada jam kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kota Bogor, Rully Hasanul Basri, menyampaikan bahwa Kota Bogor ditunjuk sebagai salah satu wilayah percontohan percepatan dan perluasan digitalisasi bantuan sosial.

Menurut Rully, integrasi data kependudukan dengan sistem perlindungan sosial diharapkan dapat memperbaiki ketepatan sasaran penerima bansos. Pemutakhiran data diperlukan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian informasi, termasuk perbedaan domisili dan data kepemilikan aset.

“Transformasi dari KTP fisik ke IKD menjadi kunci. Melalui integrasi aplikasi Perlinsos, masyarakat kini bisa mengusulkan bansos secara mandiri dari smartphone masing-masing setelah melakukan aktivasi IKD melalui petugas,” terang Rully.

Ia menjelaskan, warga yang telah mengaktifkan IKD dapat membantu mengusulkan masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui mekanisme yang tersedia dalam sistem tersebut. Kelompok yang menjadi perhatian antara lain warga kurang mampu, lanjut usia, dan penyandang disabilitas yang belum memperoleh bantuan sosial.

Rully juga menjelaskan bahwa sistem digital menyediakan proses pemeriksaan awal terhadap identitas dan potensi kelayakan calon penerima. Jika ditemukan ketidaksesuaian data, masyarakat atau pihak yang membantu dapat mengajukan sanggahan melalui aplikasi.

“Proses verifikasi wajah dan kelayakan kini sangat cepat, tidak sampai satu menit sudah keluar potensi hasilnya. Bahkan jika ada ketidaksesuaian sistem misalnya nama warga digunakan pihak lain untuk menghindari pajak progresif kendaraan masyarakat atau agen bisa langsung mengajukan sanggahan di aplikasi,” tambah Rully.

Pemutakhiran data tersebut direncanakan mencakup kelompok desil 1 hingga desil 10 untuk menyempurnakan basis data sekitar 1,16 juta penduduk Kota Bogor. Pemerintah berharap proses tersebut dapat meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran bansos pada tahun anggaran 2027.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Pekerja Sosial Muda Dinas Sosial Kota Bogor, Priatna, serta jajaran pengurus LPM Cilendek Barat. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab bersama awak media dan foto bersama seluruh peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *