BOGORONLINE.com — H. Irwan M. Nur terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bogor periode 2026–2031 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar di IPB International Convention Center, Kamis (15/10/2026).
Muscab X menjadi momentum bagi Gapensi Kota Bogor untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memperkuat peran badan usaha jasa konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Badan Usaha Konstruksi dan Pemerintah Kota Bogor dalam Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha konstruksi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Usai terpilih, Irwan menegaskan bahwa Muscab tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan lima tahunan, tetapi juga momentum transformasi organisasi agar semakin adaptif terhadap tantangan pembangunan di Kota Bogor.
Menurutnya, kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, serta dinamika sosial menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Karena itu, pelaku usaha jasa konstruksi dituntut mengutamakan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta manajemen risiko.
“Membangun infrastruktur di Kota Bogor memiliki tantangan tersendiri. Kami menuntut para pelaku jasa konstruksi lokal untuk mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, dan ketepatan mutu. Lewat sinergi bersama Pemkot Bogor, Kadin, dan Dinas PUPR, kami berkomitmen memaksimalkan peran pengusaha serta tenaga kerja lokal agar perekonomian daerah berputar,” ungkap H. Irwan M. Nur.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, serta memperluas kontribusi pengusaha konstruksi lokal dalam pembangunan Kota Bogor.
Muscab X Gapensi Kota Bogor juga berlangsung di tengah tantangan pembiayaan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Bogor terus menjajaki berbagai skema pendanaan alternatif atau creative financing untuk mendukung pembangunan infrastruktur di tengah pengurangan dana transfer daerah yang disebut mencapai Rp300 miliar.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan kerja sama dengan pihak swasta, dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta insentif dari pemerintah pusat untuk mendukung sejumlah proyek pembangunan.
“Tantangan kita sekarang adalah anggaran transfer daerah berkurang Rp300 miliar. Persoalan utamanya, bagaimana menggerakkan ekonomi daerah jika pemicunya tidak ada? Oleh karena itu, Pemkot Bogor mencari solusi jangka pendek, menengah, dan panjang melalui creative financing,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Sejumlah proyek yang tengah didorong melalui skema pembiayaan alternatif tersebut antara lain akses Overarm Ciawi 2, pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), revitalisasi Pasar Anyar atau Pasar Kebon Kembang, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Salmun, serta kelanjutan pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3).
Dedie juga menekankan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan serta akuntabel dalam pelaksanaan pembangunan.
“Saya berusaha melindungi teman-teman ASN dan kontraktor. Mari kita tegakkan kode etik dan aturan yang berlaku. Kami di internal Pemkot terus membenahi sistem pengadaan barang dan jasa agar lebih terbuka, fair, transparan, dan akuntabel,” tegas Dedie.
Melalui kepemimpinan baru hasil Muscab X, Gapensi Kota Bogor diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mendorong peningkatan kualitas jasa konstruksi serta keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal.
Muscab X BPC Gapensi Kota Bogor mengusung semangat “Gapensi Jaya, Bogor Beres, Bogor Maju!” sebagai komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi daerah.





