Tinjau Lokasi PSEL Kayumanis, Dedie Rachim Targetkan Groundbreaking Tahun ini

BOGORONLINE.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Waste to Energy Plant atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (15/10/2026).

Saat ini, di lokasi tersebut tengah berlangsung sejumlah pekerjaan, meliputi pembangunan dan pembukaan akses jalan, pembangunan tebing penahan tanah (TPT), serta pekerjaan cut and fill dan land clearing.

Dedie Rachim mengatakan, lokasi PSEL Bogor Raya II di Kayumanis secara teknis telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari proses perizinan, penetapan aset, perencanaan, pemisahan lahan, hingga pemetaan akses jalan. Tahapan selanjutnya yang tengah dikerjakan adalah pembangunan akses jalan yang representatif.

Ia menyebutkan, standar lebar jalan yang diperlukan berkisar 4 hingga 5,5 meter. Sementara itu, kebutuhan lebar lahan jalan secara keseluruhan sekitar 8 meter agar dapat dilalui kendaraan dari dua arah.

“Jadi, keperluan itu untuk memastikan nanti crossing kendaraan, terutama kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke area proyek IPAL maupun proyek PSEL. Secara teknis, ini tidak ada kendala yang terlalu berat, kecuali mungkin nanti cut and fill yang menyesuaikan dengan elevasi di bagian belakang. Di belakang itu lebih menurun sedikit,” ujarnya.

Jika tidak ada kendala, pembangunan PSEL Bogor Raya II ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada Desember mendatang.

Dalam pemanfaatan PSEL Bogor Raya II, Pemkot Bogor membuka peluang kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan sebagian wilayah DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah.

“Tetapi, ini masih dalam proses pembahasan lebih lanjut. Secara teknis, tentu kebutuhan utamanya adalah untuk warga Kota Bogor. Sebenarnya, kalau kita sendiri, kita cukup karena memiliki dua PSEL dengan kapasitas pengolahan masing-masing 1.500 ton, sehingga totalnya 3.000 ton. Artinya, sesuai dengan konsep PSEL aglomerasi, seperti Bogor Raya I. Lokasi Bogor Raya I berada di Kabupaten Bogor, tetapi Kota Bogor juga mengirimkan sampah ke sana,” ungkapnya.

Selain menghasilkan listrik bagi masyarakat, di lokasi yang sama juga akan dibangun fly ash and bottom ash (FABA) plant untuk mengolah sisa pembakaran menjadi bahan road base atau lapisan dasar jalan. Material tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembangunan jalan, paving block, kanstin, dan sebagainya.

“Jadi, memang nanti turunannya banyak. Selain itu, mungkin juga akan ada pengolahan air, baik air limbah maupun air bersih. Jadi nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kayumanis, Tanah Sareal,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *