Cibinong – bogoronline.com – Hajatan Pekan Olahraga Nasional atau PON ke – XIX, yang akan digelar di Tanah Legenda, Jawa Barat, membuat sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bogor sibuk.
Sang Bupati Nurhayanti, mendekati hajatan empat tahunan itu makin rewel memperingatkan anak buahnya, agar semua venue dan sarana pendukung lainnya rampung sebelum tibanya pelaksanaan.
Tak hanya itu, dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, jalan yang menuju Stadion Pakansari, lokasi digelarnya beberapa cabang olahraga dipercantik. Bahkan, bangunan liar (Bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Alternatif Sentul, rencananya akan dibongkar paksa.
“Iya benar, kami berencana membongkar semua bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Baru yang ada di pinggir Jalan Raya Bogor dari mulai perbatasan Kota Depok hingga ke Kota Bogor,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi (Kabid Dalops) Satuan Polisi Pamong Praja, Asnan, Selasa (06/09).
Asnan mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemilik bangunan liar, untuk mengosongkan lahan. “Jika hingga batas akhir, mereka tak melakukan pembongkaran, kami terpaksa akan membongkarnya,” ujarnya.
Asnan lebih lanjut mengatakan, jumlah bangunan liar yang akan dibongkar paksa mencapai 300 unitan, yang berada di dua kecamatan, yakni Cibinong dan Sukaraja. “Kita juga tak hanya membongkar saja, di lokasi bekas bangunan liar berdiri akan ditanami pohon penghijauan,” jelasnya.
Pembongkaran kata Kepala Seksi Operasi Ruslan, dilaksanakan Kamis (08/09). “Kita harapkan, pemilik bangunan liar sukarela membongkar sendiri,” pintanya.
Ruslan mengatakan, bantaran Kali Baru itu bukanlah tempat untuk mendirikan bangunan. “Kita membongkar ada dasar hukumnya, yakni Perda Nomor 04 tahun 2015,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang pemilik bangle yang berada di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja mengaku hanya bisa pasrah. “Kami sadar, lahan yang kita tempati milik pengairan, tapi karena kami tak memiliki pekerjaan tetap, ya terpaksa meski melanggar, kami mendirikan bangunan untuk berjualan,” katanya. (Mochamad Yusuf)





