Merasa Ditipu Arisan Bodong, Puluhan Warga Lapor Ke Polres Bogor

BogorOnline.com – GUNUNG PUTRI
Merasa tertipu arisan bodong puluhan orang warga Kabupaten Bogor dan Depok tempuh jalur hukum ke Polres Bogor. Kuasa hukum para korban, Joni Herlansyah mengatakan, memang belum lapa ini pihaknya bersama para korban melaporkan dugaan penipuan berkedok arisan yang dilakukan oleh Se orang perempuan berinisial ES ke Polres Bogor.

ES masih ia menjelaskan, yang diketahui berprofesi sebagai penyanyi itu diduga menipu para korban dengan skema arisan fiktif bernama “Arisan GET”. Dimana laporan telah disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bogor dan kini tengah ditangani oleh Unit IV Satreskrim.

“Laporan kami sampaikan pekan ini dan langsung diterima petugas. Setelah audiensi, kami melengkapi bukti-bukti dan membuat laporan resmi,” kata Joni kepada Wartawan belum lama ini.

Masih Joni mengatakan, dari total sekitar 60 orang yang diduga ikut dalam arisan tersebut, 18 di antaranya memilih menempuh jalur hukum. Modus yang digunakan ES menyerupai skema investasi bodong. Pelaku menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Misalnya, korban yang menyetor Rp2 juta dijanjikan mendapat pengembalian hingga Rp5 juta hanya dalam dua minggu. Dengan skemanya adalah arisan milik orang lain yang disebut ‘dijual murah’ kepada peserta baru. Tapi kenyataannya, arisan itu tidak pernah ada. Hanya akal-akalan untuk menghimpun dana dari korban.

“Kerugian dari 18 korban yang sudah melapor mencapai Rp450 juta. Kerugian per individu bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp125 juta. Kasus ini kini berada dalam penanganan penyidik Unit IV Satreskrim Polres Bogor. Pemeriksaan saksi-saksi sudah dimulai, dan proses akan dilanjutkan,” katanya.

Sambung salah satu korban, Ade Mimah menambahkan, ia terjebak karena faktor kedekatan pribadi dengan ES, yang dikenal lama sebagai teman komunitas. Kalau setor Rp1,5 juta bisa dapat untung karena arisannya ‘dijual’ dari orang yang butuh uang cepat. Karena kenal dan percaya. Namun hingga tenggat waktu yang dijanjikan, tidak ada dana yang dikembalikan. Ade kemudian mengetahui bahwa belasan orang lain juga mengalami hal serupa, meski sebagian memilih untuk tidak melapor.

“ES dikenal aktif di lingkungan komunitas. Dugaan sementara, pelaku memanfaatkan kedekatan emosional untuk meyakinkan calon korban agar ikut dalam skema arisan palsu tersebut,” tambahnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *