Selasa, 8 Juli 2025 suasana pagi hari di Desa Cibitung Tengah sedikit berbeda, beberapa warga terutama para ibu tampak antusias menghadiri kegiatan Edukasi Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diinisiasi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB di Desa Cibitung Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertajuk “SIGIZI BALITA (Singkong & Labu untuk Gizi Seimbang Balita)”, sesuai namanya, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang, pencegahan stunting, serta pemanfaatan pangan lokal dalam pembuatan PMT.
Acara diawali dengan sesi sosialisasi interaktif yang membahas tentang pengertian stunting, penyebabnya, dan ciri-ciri anak yang mengalami stunting, serta penjelasan mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT), termasuk siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut dan manfaatnya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sosialisasi dikemas dalam suasana yang santai, menarik, dan interaktif sehingga meningkatkan antusiasme peserta dalam bertanya dan menanggapi materi.

Tak hanya berhenti sampai sosialisasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar lokal yaitu singkong dan labu kuning sesuai dengan nama programnya. Dua jenis olahan yang dibuat dalam kegiatan ini adalah bolu labu kuning dan nugget singkong yang menggunakan daging ayam sebagai sumber protein hewani, sebuah kombinasi yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat gizi.
Pemanfaatan bahan lokal ini bukan tanpa alasan, selain harganya yang murah dan mudah ditemukan, keduanya dikenal memiliki kandungan karbohidrat, vitamin, protein, dan serat yang baik bagi pertumbuhan anak. Melalui program ini, harapannya warga Cibitung Tengah jadi lebih paham bahwa bahan pangan lokal seperti labu dan singkong bukan hanya untuk makanan sehari-hari, tapi juga bisa diolah menjadi makanan bergizi untuk si buah hati. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk melihat bahan lokal dengan cara yang berbeda, bahwa makanan sehat tidak selalu mahal dan didatangkan dari luar desa.
Respon warga pun sangat positif, terutama para ibu yang memiliki anak balita. Mereka mengaku mendapat banyak pengetahuan baru, baik soal pentingnya gizi seimbang, maupun cara menyajikan makanan sehat dengan modal yang ada. Program ini membuktikan bahwa pendekatan sederhana namun menyentuh langsung kehidupan masyarakat bisa membawa dampak positif. Program ini juga berupaya mengangkat kearifan lokal dan kesadaran gizi sejak dini. Melalui program SIGIZI BALITA ini, mahasiswa KKN-T IPB berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan status gizi anak-anak di Desa Cibitung Tengah.





