BOGOR, BOGORONLINE.COM – Beredarnya video viral hujan debu putih di kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup yang diduga disebabkan akibat aktivitas produksi dari PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk (Tbk) yang juga sempat viral di media sosial (Medsos) melalui akun resmi Tiktok Bogoronline.com pada 15 Agustus 2025 lalu, manajemen perusahaan asal Jerman tersebut akhirnya buka suara.
Melalui General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya mengatakan, bahwa yang terjadi hujan debu pada 10 Agustus 2025, akibat adanya hembusan angin besar sehingga masyarakat sekitar lini Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, mengalami peristiwa insidental jatuhan debu semen.
Dimana, pada saat tersebut Plant lima (5) sedang tidak beroperasi dan pekerja pabrik sedang melakukan kegiatan pembersihan sumbatan (clogging) di bagian pemisahan material.
“Peristiwa insidental tersebut adalah ketidaksengajaan yang disebabkan adanya debu yang tidak terduga keluar pada saat lubang pemeriksaan/check hole dibuka dan debu tertiup angin ke arah pemukiman masyarakat,” ujar Setia Wijaya kepada wartawan, dalam keterangan rilis resminya, Selasa (19/08/25).
Ia melanjutkan, usai mengetahui hal itu, pihak dari pekerjanya langsung segera menutup lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit jatuhan debu semen langsung teratasi.
Setia Wijaya menambahkan, pasca kejadian pihak Indocement telah menyampaikan permintaan maaf dan berkoordinasi dengan masyarakat desa terdampak melalui kepala desa (Kades) dan sekretaris desa (Sekdes) terkait dengan peristiwa insidental di atas.
”Kami juga telah melakukan evaluasi dan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan untuk tidak dilakukan dalam kondisi angin yang bertiup kencang, agar kejadian peristiwa ini tidak terulang kembali di seluruh kompleks pabrik Indocement,” jelas Setia.





