Tiga Pergerakan Mahasiswa Dan Pemuda Galang Dana, Operasi Anak Mantan Karyawan PT PPE Diasingkan Oleh Kekuasan

bogorOnline.com-CIAWI

Kekuatan solidaritas masyarakat sipil kembali terbukti di Kabupaten Bogor. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga organisasi lintas sektor berhasil menggalang dana untuk biaya operasi anak dari Irfan Satria Budi, mantan karyawan BUMD PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) yang hingga kini hak gajinya belum dibayarkan.

​Aksi kemanusiaan ini diinisiasi oleh Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

​Gerak Cepat Bantu Keluarga Korban Pailit

​Koordinator FABEM Bogor, Feri, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul merupakan donasi kolektif dari berbagai elemen, mulai dari tokoh organisasi nasional hingga perwira TNI.

​”Alhamdulillah, kurang dari sehari target operasional kesehatan anak eks karyawan PT PPE sudah terpenuhi,” ujar Feri belum lama ini.

​Irfan, ayah dari anak bernama Akbar tersebut, adalah satu dari sekian banyak korban kepailitan PT PPE pada Desember 2024. Ia tercatat belum menerima gaji sejak Juli 2022, yang sedianya akan digunakan untuk biaya pengobatan sang buah hati.

​Sentilan Keras untuk Pemerintah Daerah

​Keberhasilan penggalangan dana yang instan ini menjadi pemantik kritik tajam bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, menilai ada ketimpangan nurani antara warga dan pejabat.

​Kecepatan Masyarakat: Dana operasi tuntas dalam waktu kurang dari satu hari.

​Kelambanan Pemda: Hak gaji karyawan terkatung-katung sejak 2022 meskipun Bupati Bogor saat ini merupakan mantan Ketua DPRD yang seharusnya paham duduk perkaranya.

​”Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa yang dipertaruhkan,” tegas Yogi.

​Pengawalan Kasus Hukum

​Tak hanya berhenti di aksi sosial, Ketua FWBS Acep Mulyana menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus PT PPE. Menurutnya, masalah ini bukan sekadar urusan perut pekerja, melainkan adanya indikasi kerugian negara yang harus dipertanggungjawabkan.

​Momen Haru Penerimaan Bantuan

​Isak tangis pecah saat bantuan diserahkan kepada Rika, istri Irfan Satria Budi. Warga Ciaul, Cibedug, Ciawi ini mengaku sangat terbantu karena harapan medis untuk anaknya, Akbar, kini bisa segera terlaksana.

​”Terima kasih banyak. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu semua yang sudah membantu anak kami,” ucap Rika singkat di tengah haru.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *