Sentra Tongkol Asap Sukaresmi Bogor Bersiap Jadi Ikon UMKM Pangan Lokal

BOGORONLINE.com – Kearifan lokal berbasis pangan tradisional terus menjadi kekuatan baru ekonomi warga di Kota Bogor. Di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, potensi ikan tongkol asap dan jus jambu merah kini dikembangkan menjadi produk UMKM bernilai tambah yang disiapkan menembus pasar modern tanpa meninggalkan identitas kuliner khas masyarakat setempat.

Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, mengatakan wilayahnya memiliki potensi UMKM yang cukup besar dan beragam. Salah satu produk yang dinilai memiliki peluang pasar menjanjikan ialah jus jambu merah yang diproduksi warga setempat.

Selain itu, Kelurahan Sukaresmi juga dikenal memiliki sentra pengasapan ikan tongkol di Kampung Kedung Halang Wates, RT 04 RW 05. Potensi tersebut kini mulai diarahkan untuk menghasilkan produk turunan berupa abon tongkol guna meningkatkan nilai ekonomi pelaku usaha.

“Ketika saya datang ke sini, ternyata sudah ada produk olahan abon tongkol yang dikelola salah satu warga sekaligus anggota UMKM Kota Bogor. Karena itu, kami berinisiatif mengembangkan produk turunan dari ikan tongkol asap menjadi abon,” ungkap Hariansyah, Kamis, 20 Mei 2026.

Menurut Yayan, produksi abon tongkol saat ini belum berjalan setiap hari. Tingginya biaya produksi dibanding harga bahan baku ikan tongkol menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku usaha.

Ia menyebut, selama ini produksi abon dilakukan berdasarkan pesanan dari relasi usaha maupun permintaan tingkat kota.

“Untuk pengasapan ikan tongkol berada di RW 05, sedangkan pembuatan abon tongkol di RW 03. Jadi tempat produksinya berbeda,” jelasnya.

Yayan mengungkapkan, kapasitas produksi ikan tongkol asap di wilayah tersebut mencapai lebih dari 10 kuintal bahan baku per hari. Namun sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk ikan asap siap konsumsi.

Karena itu, pihak kelurahan berupaya mempertemukan pelaku usaha pengasapan ikan dengan pengolah abon tongkol agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar lebih luas.

“Kami ingin menyatukan potensi usaha ini agar memiliki peluang meningkatkan pemasaran hingga ke luar daerah,” ujarnya.

Dalam mendukung pengembangan UMKM pangan, Kelurahan Sukaresmi juga menjalin koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor terkait standar pengolahan makanan yang aman dan higienis.

Yayan menegaskan, proses produksi abon tongkol harus memenuhi standar keamanan pangan, mulai dari penggunaan bahan baku, peralatan produksi, hingga kualitas air yang digunakan.

“Informasi yang kami dapatkan dari DKPP yaitu bahan baku harus steril, peralatan tidak boleh mudah berkarat, dan air yang digunakan harus benar-benar bersih. Jadi bukan hanya produknya, tetapi tempat dan proses pengolahannya juga harus memenuhi standar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *