Anggaran Rp 9,8 Miliar, Bidang Lohan Kewalahan Tangani Jalan Rusak

Cibinong – bogoronline.com – Tudingan yang kerap dilontarkan komponen masyarakat kepada bidang pengelolaan dan pemeliharaan jalan, Dinas Bina Marga dan Pengairan, yang dianggap tak becus mengurus persoalan jalan yang ditanggapi santai Nana Supriatna.

Pria yang menjabat kepala bidang pengelolaan dan pemeliharaan jalan itu menilai, tudingan masyarakat kepada bidang yang dipimpinya ini merupakan vitamin, untuk meningkatkan kinerja. “Kita tak pernah menutup mata, banyak ruas jalan di Kabupaten Bogor yang kondisinya rusak, tapi sekarang sebagian besar telah ditangani,” kata Nana, Rabu (26/10).

Soal anggaran pemeliharaan yang tiap tahunnya selalu naik, di mana berdasarkan catatan Jurnal Bogor, tahun 2016 ini, khusus untuk pemeliharaan dan perawatan jalan, jembatan dan irigasi mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 98,3 miliar.

“Kalau dilihat dari nilai memang besar, tapi ketika dipakai untuk memelihara terkadang tidak cukup, karena kerusakan jalan, jembatan dan irigasi volumennya bukannya berkurang, tapi bertambah,” ujarnya.

Namun kata  Nana, dalam beberapa tahun kedepan, pemeliharaan dan perawatan jalan tidak begitu susah, sebab sebagai besar jalan yang dibangun atau ditingkatkan tak lagi menggunakan aspal, namun sudah memakai beton yang umur teknisnya cukup lama.

“Jalan-jalan yang  ada di setiap kecamatan, khususnya yang ramai dilalui kendaraan sudah menggunakan beton, meski ada sebagian tetap memakai aspal. Ini kita lakukan, karena untuk membeton jalan anggarannya tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan aspal,” katanya.

Mantan kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Cibinong ini meminta para kepala UPT langsung sigap, ketika menerima laporan adanya jalan berlubang. “Ya minimalnya, lubang itu itu ditambal, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah,” tutupnya. (Iwan S Pamungkas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *