KLAPANUNGGAL – bogoronline.com – Proyek peningkatan Jembatan Sodong pada ruas Jalan Bojong-Linggarmukti tepatnya berada di Kampung Sodong, RT 06/03, Desa Linggarmukti, Kecamatan Klapanunggal, mengalami kemoloran. Proyek senilai Rp1.010.877.000.- yang dikerjakan oleh CV Indra Wangi ini telah melampaui batas akhir pengerjaan yang tertuang dalam kontrak dengan nomor 630/C-15.5010/TING-JBT/SPMK/DBMP yang dimulai pada tanggal 3 Agustus 2016 dengan waktu pengerjaan 120 hari.
Kepala pekerja Uki mengatakan, keterlambatan pekerjaan tersebut diakibatkan oleh para pekerja yang tidak sanggup menggali, lantaran kontur tanah yang dipenuhi batu karang, bahkan sudah tiga kali ganti pekerja.
“Kami sudah tiga kali gonta ganti pekerja, karena mereka kebanyakan tak sanggup karena banyak di penuhi batu kali yang keras” kilahnya Bogoronline, (8/12).
Selain itu, lanjut Uki yang juga Ketua RT 06/03 di kampung sodong Desa Linggar mukti, pengerjaan peningkatan jembatan ini pun tidak dimulai pada tanggal 3 Agustus 2016, tetapi dimulai pada tanggal 18 Agustus 2016.
“Pengerjaan ini baru berjalan 60 persen, dan pada tanggal 18 agustus nanti batas akhir pengerjaanya, karena baru mulai dikerjakan pada 18 agustus 2016” paparnya.
Sementara itu, Ridwan (32) salah seorang pengunjung di pemandian Sodong mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan pengerjaan peningkatan jembatan yang molor tersebut, karena sangat mengganggu para pengunjung.
“Ini kan mengganggu pengunjung, harusnya pekerjaan ini dikerjakan sesuai perjanjian,dan tepat waktu” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hal ini harus mendapatkan perhatian yang serius dari Pemkab Bogor, karena dengan keterlambatannya pengerjaan ini masyarakat pun di rugikan, lantaran akses jalannya terganggu begitu lama.
“Pengerjaan ini menggunakan uang rakyat, harusnya Pemkab Bogor menegur kontraktornya, jangan didiamkan,” tutupnya. (Cnt)





