Gunung putri – bogoronline.com – Meski sering terjadi kecelakaan di lokasi PKL rel kereta nambo, tepatnya di kampung gunung putri selatan desa gunung putri kecamatan gunung putri kabupaten bogor, namun Pedagang kaki lima ( PKL) tersebut semakin banyak dan kian bertambah, padahal sangat membahayakan, baik bagi pedagang maupun pembeli.
Menurut keterangan Ahmad husen (53) salah seorang warga sudah ada beberapa orang pedagang yang kesenggol kereta juga mobil pedagang namun ini tak membuat kapok para pedagang.
” ada pak pedagang yang tersenggol kereta saat ia sedang memegang lapaknya pas kereta api lewat tambang pengikat lapak nyangkut di kereta dan terbawa hingga pedagang terseret,dan luka kuka, untung tak merenggut nyawanya” kata ahmad pada bogoronline.com jumat (9/12)
Ia menambahlan ” juga pada mobil pedagang yang di parkir di pinggiran rel, hingga mobil rusak parah” jelasnya.
Sementara untuk korban sampai meninggal, baik di pedaganh maupun pembeli belum ada kabar, ” kalau yang sampai meninggal saya ga tahu, ada juga saat pagi buta pada seorang anak remaja, kejadianya sudah la” jelasnya.
Tapi aneh meski sering terjadi kecelakaan namun pihak stasiun nambo tidak pernah PKL yang buka setiap hari jumat tersrbut” pungkasnya ( E.Jagat)





