CIAMPEA – Calon Bupati Bogor usungan PDI Perjuangan- Partai Hanura, Fitri Putra Nugraha menyampaikan masalah serius yang dihadapai Kabupaten Bogor saat ini adalah krisis kepercayaan terhadap pemimpin dan Pemerihtah dan krisis kepercayaan pemerintah terhadap dirinya sendiri. Menurut dia, krisis kepercayaan tersebut berdampak signifikan terhadap melambatnya pembangunan di Kabupaten Bogor. “Krisis kepercayaan ini terjadi karena dalam lima tahun belakangan ini banyak pejabat kabupaten Bogor yang terlibat kasus korupsi, mulai dari Ketua DPRD, Bupatinya dan juga tercatat ada lima kepala dinas yang terjerat kasus hukum,” ujarnya, disela acara Kaderisasi Taruna Merah Putih Kabupaten Bogor, di Kampoeng Wisata Rumah Joglo, Ciampea, Sabtu (7/4).
Kenyataan itu, lanjutnya, menyulut krisis kepercayaan masyarakat terhadap pimpinannya di Pemerintahan Daerah. “Dan pimpinan kita di pemerintahan juga mengalami krisis kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Buktinya dalam tiga tahun belakangan ini SILPA kita sangat besar, di atas 1 triliun rupiah,” katanya.
Sisa Lebih Penggunaan Anggaran, lanjut Nungki, bisa demikian besar karena pejabat pemerintah daerah, ragu-ragu dan bahkan tidak berani menjalankan program yang sudah direncanakan. Akibatnya, saat ini, pembangunan tidak berjalan maksimal. “Banyak proyek yang ditunda, banyak tender yang diulang-ulang, kondisi jalan banyak yang menganga, kesejahteraan masyarakat sangat rendah. Ini harua kita perbaiki pada lima tahun ke depan,” katanya.
Nungki berharap, DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Bogor solid mendukung dan memenangkan dirinya di Pemilihan Bupati Juni mendatang.
Ketua DPC Taruna Merah Putih, Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, sebagai sayap partai TMP siap meemnangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan. “Kader TMP sudah membuat pernyataan akan bekerja keras pasangan Nungki-Bayu untuk Bupati dan Wakil Bupati Bogor serta pasangan Hasanah untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat,” tandasnya (*)





