Kemarau Panjang Mulai Berdampak, BPBD Kota Bogor Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Wilayah Terdampak Kekeringan

BOGORONLINE.com – Dampak musim kemarau 2026 mulai dirasakan di Kota Bogor. Sedikitnya 140 kepala keluarga (KK) di dua wilayah mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat mengeringnya sumber mata air dan sumur warga.

Kondisi tersebut terjadi di Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, dan Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, pada Senin (13/7/2026). Menindaklanjuti laporan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor langsung melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan air bersih.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di 27 kabupaten dan kota sejak 1 Juli hingga 30 September 2026. Penetapan status tersebut menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering, dengan sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Komandan Regu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor, Indra Rustandi, dalam laporan pemantauan menyebutkan bahwa penyebab utama kekeringan di kedua lokasi adalah mengeringnya sumber mata air dan sumur milik warga.

“Lokasi pertama berada di wilayah RT 004/RW 007, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara. Laporan diterima BPBD sekitar pukul 09.05 WIB setelah warga menyampaikan informasi melalui media sosial. Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Kota Bogor kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen, dokumentasi, serta berkoordinasi dengan aparat kelurahan, kecamatan, dan pengurus RT/RW setempat,” ungkap Indra.

Indra melanjutkan, kekeringan di wilayah tersebut berdampak terhadap sekitar 50 kepala keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, BPBD menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih. Penanganan selesai dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB dan turut dipantau langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor.

Pada hari yang sama, BPBD kembali menerima laporan serupa dari wilayah RT 001/RW 012, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, sekitar pukul 15.05 WIB.

“Hasil asesmen menunjukkan kekeringan di kawasan tersebut berdampak lebih luas, yakni sekitar 90 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa. Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kota Bogor menyalurkan sekitar 8.000 liter air bersih kepada warga terdampak,” tandasnya.

Selain distribusi air bersih, petugas juga melakukan pendataan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah wilayah guna mengantisipasi apabila kekeringan terus berlanjut. Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 18.00 WIB dan dihadiri Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor.

BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Laporan dari masyarakat akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan asesmen dan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *