Demikian yang disampaikan Manajer Operasional Wahana Air Permata, M Zain biasa disapa Engkong. Dia mengatakan tahun ini ada penurunan pengunjung kurang lebihnya 50 persen, baik libur lebaran, dan libur sekolah.
“Penurunan itu dikarenakan ada beberapa kemungkinan. Seperti, ada kolam renang lain di wilayah Kecamatan Parungpanjang yang lebih bagus dan adanya efek insiden kecelakaan di kolam ini. Bahkan insiden itu memunculkan berita yang kurang bagus, kolam renang mencari tumbal, “katanya.
Lanjut Engkong, bahkan adanya kabar yang sudah beredar tentang kolam bermain ini mengalami penurunan pengunjung sangat drastis itu sejak 3 (tiga) bulan kebelakang.
“Kolam bermain ini sudah tiga bulan lebih mengalami penurunan pengunjung karena berita itu sudah beredar dan masyarakat sudah pada tahu dan mungkin masyarakat takut, “ujar dia.
“Dan sekarang kami untuk memperbaiki fasilitas tidak mampu. Mau menaikin tiket susah, sekarang kita masih memasang harga tiket biasa Rp 20 ribu, untuk hari libur, dan hari biasa Rp15 ribu. Kami tidak bisa untuk membeli pasilitas yang harganya ratusan juta dengan harga tiket Rp 15 ribu ini, “tuturnya.
Engkong menambahkan, kalau hitungan bisnis, kita sudah melakukan kerja sama dengan beberapah pihak sekolah di wilayah Kecamatan Parungpanjang.
“Namun kolam renang Permata ini memiliki ijin yang peruntukannya kolam renang tapi ternyata kolam bermain, lihat saja bukan kolam renang malah pada bermain. Jadi kolam renang bermainkan, “pungkas M Zain. (Mul)





