BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Pembangunan Alun Alun Empang yang berlokasi di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mulai dilaksanakan dengan ditandai peletakan batu pertama di lapangan Alun Alun Empang pada Jumat (31/01/2020).
Alun Alun Empang dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Duta Graha Afiah. Dari rencana, di atas lahan seluas 2.905 meter persegi itu akan dibangun sejumlah fasilitas publik, seperti tanam, sarana olahraga, kios makanan/UMKM dan lain sebagainya.
Wali Kota Bogor Bima Arya yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa penataan kawasan Empang dilakukan dari hasil musyawarah dengan berbagai pihak.
“Pihak yayasan dengan para nazir dan pak Fahmi ya itu difasilitasi pak sekda, sepakat untuk penataan alun alun ini secara bertahap,” kata Bima.
Lanjut Bima, meski dilakukan penataan namun para pedagang kaki lima (PKL) tetap masih bisa berjualan di dalam kawasan alun-alun. Seperti diketahui kawasan Empang merupakan wilayah yang terkenal dengan para penjual daging kambing dan kulinernya.
“Saat ini para penjual daging kambing dan kuliner itu pun direlokasi ke tempat penampungan sementara di dalam alun alun Empang sambil prose penataan pedestrian. Nanti konsepnya kuliner dipindahkan ke dalam jadi tidak ada yang dipinggirkan semuanya difasilitasi di dalam ada tempat olahraganya juga di sini dan ada ruang terbuka hijaunya,” terangnya.
Ditempat terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit UMMI, Andi Tatat mengatakan, pembangunan Alun Alun Empang ini konsepnya sesuai dengan semangat program Kota Bogor, yaitu Bogor Berlari. Sehingga nantinya di kawasan itu akan tersedia fasilitas untuk kesehatan, seperti jogging track, arena basket dan arena futsal.
Kemudian, lanjut Andi, ada juga taman yang dibuat lebih tertata apik dan nyaman, termasuk seperti yang disampaikan tadi adanya foodcourt.
“Untuk PKL juga sudah ada, kami buat lebih indah, pengunjung juga di situ lebih nyaman dan lebih bersih. Jadi nyaman,” kata Andi.
Sementara itu, Direktur Umum Rumah Sakit UMMI yang juga perwakilan PT. Duta Graha Afiah, Najamudin menambahkan, bahwa pembangunan Alun Alun Empang diitargetkan dilaksanakan selama enam bulan. Namun, dirinya berharap proses pembangunan bisa selesai kurang dari waktu enam bulan.
Ia juga menjelaskan, bahwa rencana penataan Alun Alun Empang sebenarnya sudah lama digulirkan pada 2016 lalu. Rencana itu kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi intens oleh semua steakholder dan hari ini adalah peletakan batu pertamanya.
“Untuk bentuk layout, kemudian desain dan sebagainya itu dari pak wali kota dan timnya. Kami mohon doanya dari semuanya bahwa hari ini dimulainya penataan Alun Alun Empang,” tandas Najamudin. (Hrs)





