Petani Milenial Bersama STII Mulai Semai Benih Trisakti

Bogor Raya1.2K views

 

Nanggung |
Petani milenial dari Bogor mulai melakukan persemaian di lahan seluas 1 hektar di Kampung Pasireurih Desa Hambaro Kecamatan Nanggung, Selasa 14 Juli 2020. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Fathurahman beserta jajaran STII yang mengawali penanaman padi benih Trisakti dan Mikroba Google di Kabupaten Bogor.
“Saya ingin merasakan rasa empati yang kuat terhadap petani kita dengan beratnya membajak sawah. Maka saya mencoba sendiri membajak sawah dengan traktor tangan yang saya beli sendiri ini. Ngap nafas saya,”ujar Hilal Firmansyah usai membajak satu petak sawah dari 60 petak sawah.

Dengan turut langsung membajak sawahnya, Hilal merasakan betul beratnya hidup menjadi petani apalagi jika hasil tani tidak sesuai harapan, seperti hanya 3-4 ton per hektar. “Padinya kalau cuma segitu paling hanya cukup untuk makan sekeluarga selama 3 bulan. Tidak ada yang bisa dijual untuk jadi penghasilan tambahan petani,”ujarnya.

Oleh karena itu, Hilal bersedia dengan lapang dada bekerjasama dengan STII untuk menanam benih Trisakti dan mikroba Google yang diharapkan dapat menghasilkan 7-8 ton per hektar. “Kalau sampai 7-8 ton per hektar, maka masih ada yang bisa dijual selain buat makan sehari-hari,”imbuhnya.

Ketua umum STII, Faturrachman mengatakan dari pengalaman yang sudah terjadi, benih Trisakti dan mikroba google dapat menghasilkan lebih dari 8 ton per hektar. Bahkan di sekitar pabrik pemuliaan benih seluas 5 hektar di Cinangka, Serang, Banten, sehektar dapat menghasilkan padi sebanyak 16 ton.
”Ini yang proven di Serang kita dapat 16,5 ton per hektar. Awal penanaman biasanya 12 ton per hektar. Di Riau kami mendapat 7,5 ton per hektar, itupun masih ada beberapa kesalahan karena penanamannya tidak sesuai standar kami, harusnya penyemprotan mikroba dilakukan 8 kali dalam satu musim tanam ini hanya beberapa kali saja. Tapi di musim tanam kedua dengan sesuai standar kami, alhamdulillah hasilnya 12 ton per hektar. Ini proven ya jadi bukan omongkosong,”tegas Fathurrachman.
Oleh karena itu, penanaman benih Trisakti di Bogor diawali di Hambaro, Nanggung diharapkan dapat maksimal. Ditunjang dengan irigasi yang cukup baik dan air bersih melimpah dari sungai. ”Irigasinya cukup baik saya kira. Air banyak dan melimpah.

Meskipun tanahnya terasering seperti ini yang cukup memerlukan waktu saat bajak dan pengolahan tanah, tapi saya yakin hasilnya bisa melimpah. Sebagai contoh di Riau, airnya payau bukan air segar seperti di Bogor ini. Alhamdulillah hasilnya melimpah,”tuturnya.

Faturrachman menambahkan bahwa benih Trisakti dan mikroba google adalah benih genjah unggul, tidak memerlukan air banyak serta perlakukan khusus lainnya. “Tapi jika ada hama tetap perlu ditangani serius dengan penyemprotan pestisida. Namun secara benchmark benih Trisakti ini unggul dan kami menilai ini benih terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian padi khususnya agar bangsa ini bisa swasembada pangan secara nyata,”tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *