Soroti Tantangan Pers di Era Digital, PWI Kabupaten Bogor Laksanakan Safari Jurnalis 2026 di Kecamatan Cibinong

CIBINONG, BOGORONLINE.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor kembali menyelenggarakan kegiatan Safari Jurnalis kali kedua di Aula Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (21/06/26).

Dimana, giat itu Mengusung tema “Tantangan Jurnalis di Era Digital”, acara ini digelar sebagai upaya memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus meningkatkan sinergitas antara insan pers dengan jajaran pemerintah serta aparatur kewilayahan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PWI Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Sekretaris PWI yakni Effendi Tobing.

Dalam penyampaiannya, Tobing menyampaikan, jajaran pengurus dan anggota PWI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas fasilitasi dan dukungan penuh dari pihak Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sehingga agenda Safari Jurnalis kali kedua di tahun 2026 ini dapat terlaksana dengan baik.

“Apresiasi serupa juga kita sampaikan kepada Camat Cibinong, Drs. Acep Sajidin,” ujar Tobing, dilokasi acara.

Masih ditempat sama, Camat Acep Sajidin mengutarakan terima kasih kepada keluarga besar PWI Kabupaten Bogor, karena telah memilih wilayah Kecamatan Cibinong sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang bernilai positif ini.

“Kami berharap dapat selalu bersinergi dengan PWI untuk bisa membangun bersama-sama, khususnya di wilayah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan edukasi seperti ini kami rasa sangat bermanfaat dan memang sangat dibutuhkan oleh jajaran aparatur di tingkat bawah,” ungkap Camat Acep Sajidin.

Sementara itu, agenda inti dari Safari Jurnalis ini diisi oleh pemaparan materi dari sejumlah tokoh senior serta pengurus PWI Kabupaten Bogor.

Seperti salah satunya Penasehat PWI Kabupaten Bogor, H. Subagio, yang bertindak sebagai narasumber pertama.

Eks Ketua PWI Kabupaten Bogor Dua Periode (2018-2024), dirinya mengulas panjang mengenai perjalanan sejarah jurnalistik Indonesia di era reformasi yang kerap mengalami pasang surut dalam hal kebebasan pers.

Subagio juga mengingatkan, kepada para jurnalis agar memegang teguh kode etik dan tidak memproduksi informasi tanpa dasar.

“Jangan sekali-kali membuat berita sembarangan atau menyebarkan berita hoaks. Setiap wartawan yang ingin menayangkan berita harus melakukan investigasi lapangan yang mendalam, sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers, sekaligus memenuhi unsur utama 5W 1H,” tegasnya.

Adapun, narasumber kedua, yakni Wakil Ketua I Bidang OKK pada PWI Kabupaten Bogor, yaitu Iman Rahman Nur Hakim.

Ia memaparkan, perbedaan secara tegas kedudukan antara media sosial dan produk jurnalistik, dan bahwa konten yang diunggah di media sosial tidak bisa disamakan dengan produk pers.

“Media sosial itu tidak dilindungi oleh Undang-Undang Pers nomor 40 Tahun 1999 dan umumnya tidak berbadan hukum pers. Sementara produk jurnalistik diproses melalui mekanisme redaksional yang ketat dan dilindungi oleh hukum,” jelas pria yang akrap disapa Chamonk.

Sementara, Untung Bachtiar selaku pengurus yang membidangi sektor Pendidikan di kepengurusan PWI Kabupaten Bogor, memaparkan terkait dinamika media masa kini yang tumbuh sangat masif.

“Media konvensional dan media online saat ini harus adaptif karena bersaing ketat dengan para konten kreator dalam memperebutkan perhatian publik di ruang digital,” ucap jurnalis Radar Bogor itu.

Tak hanya itu, selain jajaran pengurus PWI, kegiatan ini juga menghadirkan Widiawati, yang mewakili Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor, sebagai salah satu pemateri tamu.

Kegiatan Safari Jurnalis ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya-jawab yang dinamis antara para peserta dengan narasumber, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Turut hadir menyaksikan jalannya acara tersebut di antaranya Kapolsek Cibinong, Ketua MUI Wilayah Cibinong, serta Lurah se-Kecamatan Cibinong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *