Cegah Kecanduan Gadget, Kabupaten Bogor akan Lakukan PTM Terbatas

Bogor Raya771 views

Bogoronline.com – Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk pada Juni mendatang.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, pelaksanaan PTM Terbatas merupakan ikhtiar dalam rangka menghadirkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bogor, juga untuk mengakomodir kekhawatiran stakeholder pendidikan terhadap kondisi anak yang mulai kecanduan gadget.

Berdasarkan survey Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada 25.164 anak di 34 provinsi yang dirilis pada diawal 2021, menyatakan bahwa 79% anak tidak memiliki aturan penggunaan gawai, kemudian 34,8 % anak gunakan gawai 3-5 jam perhari atau sekitar 25,4 % gunakan gawai lebih dari 5 jam perhari.

“Alhamdulilah uji coba PTM Terbatas ini kami lakukan seaman mungkin, karena keselamatan dan kesehatan tenaga pendidik dan siswa prioritas utama kami,” kata Iwan Setiawan saat melakukan rapat dengan komisi X DPR RI di Ruang Rapat Serbaguna 1, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Kamis (1/4).

Iwan menyatakan, uji coba PTM terbatas di Kabupaten Bogor dilaksanakan di 170 sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA pada 9 Maret sampai 10 April 2021 dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti skrining hingga kelengkapan sarana prasarana Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sebagai panitia penyelenggara,” kata dia.

Untuk mekanisme, papar Iwan, PTM Terbatas ini murid berada di sekolah maksimal 2 jam atau 120 menit, pembelajaran maksimal dilakukan oleh 20 murid, dan pengaturan ruang kelas sesuai dengan Prokes mulai dari posisi duduk hingga jarak antar bangku siswa selebar 1,2 meter dan tidak ada pembukaan kantin di sekolah.

“Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pelaksanaan PTM Terbatas, mayoritas sekolah yang jadi percontohan atau model, telah memenuhi kriteria dan persyaratan baik ketersediaan sapras maupun penunjang lainnya,” katanya.

Sementara itu, vaksinasi untuk tenaga pendidikan guru dan dosen di Kabupaten Bogor berjumlah 66.240 tenaga pengajar berdasarkan data per 30 maret 2021, tenaga pendidik yang sudah divaksin mencapai 33.379 orang atau 50,39% yang sudah divaksin di lingkup Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan seiring dengan berjalannya program vaksinasi ini, situasi pandemi dapat dikendalikan sehingga akan semakin banyak sekolah di Kabupaten Bogor yang melakukan PTM,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menuturkan, seiring dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, tentu itu menjadi perhatian bagi seluruh daerah untuk bersiap melakukan kegiatan PTM, salah satunya di Kabupaten Bogor.

Akan tetapi, kata dia, perlu diimbangi dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang optimal khususnya bagi tenaga pendidik, sehingga dapat memberikan kepastian keamanan bagi para siswanya.

“ PTM bisa dilaksanakan dengan syarat tenaga pendidik dan kependidikan mendapatkan vaksinasi Covid-19, dan jika ada orang tua yang komorbid sebaiknya anak jangan dulu PTM”.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Efendi mengaku, telah melaksanakan rapat bersama Mendikbud dengan hasil rapat, sekolah yang tenaga pendidik yang sudah divaksin wajib melaksanakan PTM Terbatas dan tidak perlu lagi menunggu sampai Bulan Juli sebagaimana rencana awal.

“Saya minta Pemda prioritaskan vaksinasi untuk seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,” pungkasnya. (Egi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *