Komisi III: Dua Skenario Tangani Longsor di Mekarwangi

BOGORONLINE.com, Tanah Sareal – Longsor di kawasan Jalan Kayu Manis – Kencana atau tepatnya di Kampung Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor memasuki babak baru. Pasca longsor susulan yang terjadi pada 7 – 8 Mei, 80 persen badan jalan di titik longsor rontok, sehingga tidak aman digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

Karenanya, penutupan jalur lalu lintas yang melalui titik lokasi jalan yang longsor menjadi langkah tepat. Arus lalu lintas dari arah Kencana menuju Jalan Soleh Iskandar dialihkan ke Jalan Ahmad Sa’yani depan Kantor Kelurahan Mekarwangi, melingkar kecil di Gerbang Perumahan Bukit Mekarwangi yang berada di RW08 Kelurahan Kayu Manis.

Pengguna jalan bisa melanjutkan perjalanan lurus melintasi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor atau belok kiri melintas jalan depan SMP Negeri 16 Kota Bogor. Keduanya berada di wilayah Kelurahan Kayu Manis.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar merespons cepat pasca longsor susulan Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi yang berada di belakang Perumahan Taman Sari Persada, dengan dua skenario. Pertama, secara penganggaran BPBD Kota Bogor bergegas untuk memproses kejadian longsor jalan tersebut sebagai kejadian bencana.

Selanjutnya diproses untuk dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) karena membutuhkan respons segera untuk memperbaiki kondisi jalan yang fungsinya sangat vital bagi masyarakat.

“Skenario awal menggunakan alokasi yang sudah dianggarkan di APBD 2021 murni, tidak mencukupi untuk merespons situasi aktual. Kebutuhan anggaran, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor sebesar Rp3 miliar,” kata Karnain.

Kedua, lanjut anggota Komisi III itu adalah pekerjaan jalan atau jembatan. Kajian Dinas PUPR Kota Bogor merumuskan perubahan skenario pekerjaan jalan di lokasi longsor. Pekerjaan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dan perbaikan jalan di lokasi longsor berubah menjadi kegiatan pembangunan jembatan.

“Pilihan ini sesuai hasil kajian akan lebih efektif dan solutif. Sekalipun berimplikasi pada penambahan anggaran yang bersumber dari BTT. Anggaran yang teragendakan sebelumnya digeser untuk memperkuat kegiatan pekerjaan jalan KayuManis-Kencana,” tutup Karnain.

Terpisah, Camat Tanah Sareal, Sahib Khan mengatakan, untuk penanganan titik longsor akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Informasinya, pembangunan TPT dan jalan akan dilaksanakan pada Juni mendatang.

“Pembangunannya bulan Juni. Pekerjaannya TPT dan jalan. Nanti proses lelang cepat 18 hari. Karena ini darurat,” kata Sahib.

Ia menjelaskan, untuk sementara akses jalan di sekitar lokasi longsor ditutup karena jika dipaksa khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Warga masyarakat yang akan melalui akses jalan tersebut bisa menggunakan alternatif jalan lain di sekitar lokasi kejadian.

“Iya, memang sedikit memutar, tapi demi keselamatan. Jangan sampai seperti kemarin ada kejadian yang jatuh,” tandasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *