Bogoronline.com – Rencana Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parung yang digelontorkan anggaran dari Bantuan Provinsi (Banprov) sebesar Rp112 miliar terancam gagal.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bogor hanya memiliki waktu tak lebih dari dua minggu lagi untuk menyelesaikan persoalan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan RSUD Parung atau RSUD Bogor Utara.
“Kita targetkan persoalan ini selesai hingga akhir Mei agar di bulan Juni bisa segera dilelang,” ujar Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Kamis (20/5/2021).
Iwan mengaku, pihaknya tidak menginginkan lagi menggelontorkan anggaran APBD jika pembangunan RSUD Parung ini mandek atau tidak selesai pada tahun 2021 ini.
“Saya gak mau kejadian pada pembangunan RSUD Ciawi dulu kembali terjadi di pembangunan kali ini. Dimana gara-gara tidak selesai, konsekuensi yang harus diterima itu melanjutkan pembangunan tersebut melalui APBD,” jelas Iwan.
Iwan menyebut persoalan lahan untuk kebutuhan pembangunan RSUD Bogor Utara ini menjadi salah satu hal yang menjadi batu ganjalan pemerintah.
Lahan tersebut diketahui merupakan salah satu fasilitas umum (Fasum) dari Depelover Perumahan PT. Karunia Mina Sejahtera.S Saat ini, kata dia, dari sekitar 2,8 hektar lahan, baru sekitar 1,6 hektar lahan yang telah disertikasi menjadi aset daerah. Sementara 1,2 hektare sisanya sedang proses untuk disertifikatkan.
“Kami meminta semua dinas yang berkaitan bekerja dengan baik. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tapi juga DPKPP soal tanahnya, begitu juga keterlibatan BPN,” tutur Iwan.
Sehingga, rencana pembangunan untuk gedung utama ini harus diselesaikan segera. “Karena ini menggunakan Banprov maka harus selesai segera. Juni harus sudah lelang, karena kita hanya punya waktu enam bulan hingga penghujung tahun,” pungkasnya (Egi)





