Diskusi Tentang Bogor, Gus Udin Ajak HIMABO Kontribusi dalam Pembangunan Kabupaten Bogor

Bogor Barat877 views

 

Dramaga – Himpunan Mahasiswa Bogor (HIMABO) Jakarta kembali menggelar Badami Ageung tahun kepengurusan 2019-2020 di Asrama Riau, Dramaga Sabtu, (12/6).

Dalam runutan agenda rutin tahunan itu terselip diskusi hangat tentang ‘Arah Pembangunan Kabupaten Bogor’.

Komite Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar mengaku, peran serta dan pemikiran mahasiswa sangat penting dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Bogor.

HIMABO, lanjut dia, yang merupakan salah satu organisasi primordial di Jakarta ini sangat penting dalam menjaga soliditas mahasiswa Bogor yang ada di Jakarta.

“Selain itu, saya berharap HIMABO ini bisa memperkuat budaya intelektualitas dalam membangun Kabupaten Bogor,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin.

Gus Udin mengatakan, dalam bonus demografi ini, pemerintah Kabupaten Bogor sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran dan kontribusi langsung dari mahasiswa sebagai masyarakat terdidik.

“Kontribusi yang sangat nyata terhadap kabupaten Bogor setelah nanti mereka mengabdikan diri juga dibutuhkan. Sehingga nanti mereka mampu mendedikasikan waktunya, memberikan kontribusi yang konkrit kepada kabupaten Bogor,” lanjut Gus Udin.

Selain itu, dia juga memberikan wejangan kepada anggota dan pengurus HIMABO untuk tetap menikmati proses dalam berorganisasi. Karena menurutnya, kepemimpinan tidak lahir dari orang-orang yang tidak berproses.

“Sehingga proses ini harus dinikmati. Ada beberapa fase dalam organisasi untuk mencapai kepemimpinan yang baik, salah satunya fase Mustaqmalah atau fase ‘dipakai’,” jelasnya.

Fase kedua, kata dia, yakni dauroh Mu’tarofah atau fase ‘dikenal’ dimana dalam fase ini orang-orang mulai mengenal personal seseorang dan potensi yang ada dalam orang tersebut.

“Fase ketiga yaitu dauroh mu’tabaroh atau fase diangkat. Dari potensi-potensi yang dia miliki, nantinya akan diangkat derajatnya,” paparnya.

Dauroh terakhir, lanjut Gus Udin, adalah dauroh mukhtarom atau fase dihargai/dihormati yang mana di fase ini ini tidak bisa lepas dari diri seseorang.

“Oleh karenanya, ketika kita berproses jangan malas, nikmati prosesnya,” pungkasnya. (Egi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *