BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Tender proyek Buy The Service (BTS) yang merupakan program dari Kementerian Perhubungan telah dimenangkan konsorsium PDJT. Rencananya, ada 20 bus yang siap mengaspal di Kota Bogor.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, program BTS tersebut nantinya akan beroperasi di enam koridor. Untuk tahap pertama, ke 20 bus akan beroperasi di koridor 1 dan 2.
Dalam hal ini, Dishub Kota Bogor bersama Kemenhub telah melakukan perjanjian kerja sama berkaitan jaminan kelancaran dan keamanan pelaksanaan program BTS.
“Oleh karena itu, kami mengajukan anggaran ke Pemerintah Kota Bogor dan DPRD di perubahan (APBD) untuk kegiatan dukungan dari BTS ini,” kata Eko di gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (31/8/2021).
Pria yang akrab disapa Danjen ini menambahkan, sesuai jadwal program tersebut akan diluncurkan pada Oktober tahun ini. Selain penyediaan bus oleh pemenang lelang, dijelaskan olehnya, untuk shelter saat ini sedang proses perbaikan terutama pada jalur nasional.
“Jika tidak salah ada 24 shelter yang dibiayai oleh Kemenhub melalui BTTJ melalui anggaran BTS. Nantinya ada tempat pembelian tiket, CCTV dan lainnya,” terang Eko.
Menurut Eko, program ini sangat baik dalam konteks penataan transportasi di Kota Bogor. Bahkan program tersebut sesuai dengan peraturan daerah, yakni mewujudkan program konversi 3:1 (tiga angkot menjadi satu bus).
Dikesempatan ini, ia juga masih berharap terminal batas kota bisa terwujud. Pihaknya juga telah memberikan saran masukan ke Dishub Provinsi Jawa Barat, termasuk untuk mengadakan moratorium jumlah AKDP yang masuk ke masing-masing daerah.
“Kami usulkan supaya dibuat terminal batas kota. Kalau kota (Bogor) punya lahan bisa dibiayai provinsi, tapi secara teknis sudah kita siapkan DED-nya. Jika Kabupaten Bogor yang punya, retribusi terminal masuk ke kabupaten,” paparnya. (Hrs/Nai)





