Cibinong – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Tuti Alawiyah secara tegas meminta distributor air kemasan untuk menormalisasi saluran irigasi yang mereka tutup di Cikereteg-rancamaya.
Pasalnya, penutupan irigasi tersebut diduga dilakukan oleh PT Balina Agung Perkasa (BAP), vendor ekspedisi produk air minum merk Aqua di Kampung Ranji, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
“Terkait adanya dugaan perusahaan distributor air kemasan yang usahanya menutup saluran irigasi Cikereteg-Rancamaya, kami sangat prihatin dan meminta agar segera dinormalisasi seperti sediakala. Usahakan dalam satu minggu sudah normal kembali irigasinya,” kata Tuti Alawiyah, Jumat (15/4).
Menurutnya, perusahaan milik swasta di Kabupaten Bogor harusnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Bogor, bukan malah memberikan dampak yang negatif.
“Mereka (Perusahaan swasta) berusaha dan mencari uang di Bogor. Cari uang dari Bogor maka harus juga dinikmati oleh warga Bogor. Jangan malah merugikan atau bahkan memunculkan potensi bencana,” tegas Tuti.
Politisi partai Gerindra itu mengaku, ditutupnya saluran irigasi Cikereteg- Rancamaya berpotensi memunculkan bencana bagi warga sekitar. Ia mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk mengantisipasi lebih dini agar tidak ada kerugian bagi perusahaan ataupun masyarakat akibat bencana tersebut.
Atas dugaan penuturan irigasi tersebut, Tuti menghimbau kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Bogor untuk mengedepankan rasa peduli terhadap masyarakat sekitar.
“kami menghimbau agar setiap pengusaha yang berusaha di Kabupaten Bogor harus peduli dan memberi manfaat kepada masyarakat Bogor. Kita harus maju bersama. usaha maju warga sejahtera. Dengarkan juga aspirasi masyarakat sekitar,” tegasnya.





