Disosnakertrans Jadi Petugas Pembagi Kartu, 53 Ribu KIS Ditebar

Cibinong – Sedikitnya 53 ribu Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam waktu dekat ini akan dibagikan kepada warga Bumi Tegar Beriman, yang masuk katagori keluarga kurang mampu.

Kartu yang menjadi andalan Presiden Joko Widodo ini, nanti bisa digunakan keluarga kurang mampu, ketika berobat ke Puskesmas atau rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta.

“53 KIS ini kita bagikan pada bulan Agustus nanti kepada seluruh keluarga kurang mampu yang tersebar di 40 kecamatan,” kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Yous Sudrajat, kepada wartawan Jum’at (29/07).

Pemegang KIS ini kata Yous, mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, sebab semua beban biaya yang ditimbulkan dari layanan kesehatan ditanggung negara, karena telah dialokasikan di APBN.

“Sistemnya sama dengan Katu Jaminan Sosial (JKN) yang dikeluarkan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS), bedanya kalau peserta jaminan diwajibkan membayar premi setiap bulannya, pemegang KIS tidak, karena sudah ditanggung negara,” jelas mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini.

Untuk memudahkan pembagian kartu kata Yous lagi, Disosnakertrans telah membentuk Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di 40 kecamatan. “Pembentukan TKSK) ini dasar hukumnya eraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2013. Mereka sudah bertugas membagikan KIS sejak awal bulan lalu,” ujarnya.

Yous kembali mengatakan, jika dikemudian hari masih banyak keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan KIS, Disosnakertrans akan mengusulkan penambahan. “Makanya, saat pembagian KIS ini, kami meminta para TKSK ikut mendata lagi, karena dikhawatirkan ada keluarga yang harusnya menerima, tapi nyatanya tidak,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Abdul Jalil berharap, dari 53 ribu KIS itu diterima oleh orang yang tepat. “Ada kalanya, gara-gara data yang diajukan kurang valid, orang yang seharusnya menerima tapi tidak masuk, malah sebaliknya orang dari sisi ekonomi mampu malah mendapatkanya,” katanya.

Menurut Jalil, KIS itu bagi keluarga kurang mampu sangat diharapkan, karena sangat membantu ketika berobat kerumah sakit. “Keluarga kurang mampu kan boro-boro daftar menjadi anggota BPJS, untuk makan sehari-hari saja mereka sulit, karena umumnya kelompok ini tidak memiliki penghasilan tetap,” pungkas politisi Partai Demokrat itu. (zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *