Berhasilkah membuat perubahan positif terhadap anak didik kita?

Headline, Sosok953 views

Oleh: R. Muhammad Hasan, S.Pd
Kepala SMPIT Asy – syifa Qolbu

 

 

Dalam setiap perencanaan pembelajaran satu langkah penting yang tak boleh dilewati adalah evaluasi. Evaluasi merupakan suatu proses untuk memperoleh informasi yang selanjutnya dapat kita pakai sebagai dasar pembuatan keputusan. Keputusan-keputusan tersebut bisa berupa apakah seorang siswa berhasil setelah mengikuti asesmen atau tidak; apakah siswa telah menguasai apa-apa yang diterangkan atau belum?; apakah siswa tersebut memerlukan bimbingan khusus agar berhasil?, atau bisa pula keputusan tersebut berupa apakah siswa tersebut sebaiknya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti SMA atau melanjutkan ke SMK, dst.
Banyak orang yang menganggap evaluasi belajar adalah kegiatan yang paling akhir dipikirkan dan dikerjakan. Mengajar saja dulu, setelah tiba waktunya ulangan baru dibuatlah soal ulangan dan dilakukanlah kegiatan evaluasi. Padahal evaluasi, sebagai bagian integral dari proses belajar mengajar haruslah sudah direncanakan dan disiapkan sejak kegiatan belum berjalan.
Umumnya keberhasilan mengajar seorang guru sering diukur dengan nilai akhir yang diperoleh siswa. Ketika para peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan, boleh jadi si guru puas dan merasa yakin bahwa dirinya boleh dianggap guru yang baik. Tetapi, begitu sederhanakah masalahnya ?
Maka untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam belajar, sekaligus secara implisit menunjukkan pula keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya minimal ada 3 jenis pengukuran belajar yang perlu ditempuh yaitu ; melakuka pengukuran awal (initial assessment), untuk mengetahui “keadaan’ siswa pada saat pelajaran akan dimulai; pengukuran selama proses belajar mengajar berlangsung (interim assessment), yaitu untuk memberi umpan balik pada siswa (dan sebenarnya juga pada guru sendiri); dan pengukuran akhir (terminal assessment), untuk mengetahui pencapaian akhir peserta didik. Secara populer kita mengenal istilah pengukuran belajar tersebut dengan pre test, mid term test, post test .
Nah, kaidah-kaidah pengukuran inilah yang terkadang secara sengaja atau tidak sengaja kita abaikan dan lupakan, padahal jika kita mengacu pada kaidah tersebut setidaknya kita dapat berlaku adil dan objektif dalam memetakan sekaligus menyajikan penilaian untuk peserta didik sesuai dengan kapabiltas setiap individu, dan tentunya menjadi sarana evaluasi bagi kita untuk melakukan perbaikan berupa peningkatan kualitas belajar mengajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *