Cibinong, BogorOnline.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan meminta dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mencopot kepala sekolah (Kepsek) SD Negeri Cipayung 1 Kecamatan Cibinong, dari jabatannya.
Hal itu disampaikan oleh Slamet Mulyadi yang sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024.
Slamet menegaskan, oknum kepsek yang diduga membiarkan adanya gaya hedon dan menebar ancama kesetiap siswa dan siswinya jika tak tak ikut study tour yang dicanangkan pihak sekolah milik plat merah tersebut, itu sangat tak dibenarkan.
Dia menilai, selama pungutan itu menjadi beban bagi setiap wali murid, pucuk pimpinan dari sekolah tersebut sudah sepatutnya harus diganti.
“Oknum kepsek seperti ini masih ada di jaman now (sekarang), selama pungutan itu menjadi beban wali murid itu nggak benar kepsek seperti ini. Harus diganti, karena memaksakan kehendaknya pribadi maupun golongan,” beber Slamet Mulyadi kepada wartawan media ini, Rabu (1/6/23).
Menurutnya, kaitan adanya wacana study tour yang diinisiasi pihak sekolah manapun, sudah seharusnya tidak boleh ditentukan sepihak oleh jajaran sekolah itu sendiri. Melainkan, mereka (sekolah, red) sepatutnya mengikuti keinginan dari siswa kemana mereka (murid, red) itu ingin melakukan kegiatan diluar proses belajar mengajar yang dilakukan untuk menambah ilmu bagi para siswanya tersebut.
“Mau kemana dan harus kemana, biar mereka (murid, red) yang menentukan. Apalagi, liburan sekolah sekarang sudah banyak pilihan untuk anak-anak sekola sesuai dengan kemampuan nya masing masing,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, SDN Cipayung 1 Kecamatan Cibinong, kabupaten Bogor, diklaim melestarikan budaya Hedon dan disinyalir menebar ancaman kepada setiap muridnya.
Bagaimana tidak, pihak Koordinator Kelas (Korlas) kelas I (1) sampai kelas VI (6) meminta uang iuran sebagai dana kas ke setiap siswa sebesar Rp20 ribu per bulan, yang dipergunakan untuk pembelian kado atau hadiah berupa emas kepada wali kelas yang tengah berulang tahun.
Sementara itu, tebar ancaman yang dimaksud berupa rencana study tour kelas I sampai kelas III (3) yang diwacanakan ke Taman Impian Jaya Ancol Jakarta dengan besaran biaya yang diminta per murid senilai Rp270 ribu, dan setiap siswa diwajibkan untuk ikut.
Apabila tak ikut, walikelas (Guru) akan memberi tugas ke setiap muridnya itu berupa foto sang siswa dilokasi tujuan diacara study tour tersebut tanpa editan pada 16 Juni 2023.
Selain itu, bagi kelas IV (4), V (5), dan VI (6) akan melakukan study tournya ke tempat situs budaya alat musik Angklung di kawasan Bandung, Jawa Barat.
Dan apabila ada siswa yang tidak ikut dalam giat itu, murid tersebut ditugaskan oleh guru dimasing-masing kelas untuk membuat rangkuman terkait alat musik tradisional khas Sunda berikut dengan keterangan dan bukti foto sang murid bersama alat musik tradisional tersebut.





