Banyak Imigran Gelap Buka Usaha Camat Bayu Disentil Bupati

Cibinong – bogoronline.com – Bupati Nurhayati mengaku telah memanggil Camat Cisarua Bayu Rahmawanto. Pemanggilan itu buntut dari pemberitaan media lokal soal marakanya imigran gelap asal negara-negara di kawasan Timur Tengah yang membuka usaha.
“Ibu sudah menegur Camat Cisarua, dan menanyakan langsung langkah apa saja yang telah dilakukan, kepada para imigran yang membuka usaha di kawasan Puncak,” tegas Nurhayanti, ketika ditanya wartawan baru-baru ini.
Selain itu, Bupati mengaku memerintahkan Camat Cisarua dan jajarannya termasuk kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan dan Pemukiman wilayah Ciawi menginventarisir bangunan-bangunan yang berdiri di ruang milik jalan (Rumija).
“Bangunan yang umumnya dipakai tempat usaha itu secara tidak langsung ikut menyumbang kemacetan di Jalur Puncak, makanya perlu diiventarisir, agar diketahui mana saja yang melanggar. Nah kalau jelas melanggar tak ada jalan lain perda harus kita tegakan,” tegasnya.
Nurhayanti menegaskan, mengacu pada aturan imigran gelap tidak boleh melakukan kegiatan usaha apapun, lantaran status mereka sebagai pengungsi yang penanganannya dilakukan UNHCR. “Ini jangan sampai dibiarkan, aparat setempat termasuk camatnya harus bertindak,” ujarnya.
Slamet Mulyadi, anggota DPRD asal daerah pemilihan III yang meliputi Cisarua dan enam kecamatan lainnya mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan Bupati Nurhayanti yang menegur Camat Cisarua serta kepala UPT Tata Bangunan dan Pemukiman wilayah Ciawi. “Sikap tegas Bu Yanti ini menandakan, dia punya wibawa untuk memimpin, makanya semua anak buahnya harus serius menjalankan amanahnya ketika diberikan kepercayaan,” ungkapnya.
Politi PDI Perjuangan ini lebih lanjut mengatakan, masalah imigran yang berusaha di kawasan Puncak, jangan dianggap sepele, sebab kalau dibiarkan ini akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak. “Apa yang saya sampaikan di media itu untuk mengingatkan, karena jika terjadi gesekan fisik antara warga lokal dengan imigran yang jelek bukan hanya citra Pemerintah Kabupaten Bogor saja, tapi juga Pemerintah Indonesia di mata dunia internasional,” katanya.
Slamet meminta Pemerintah Kabupaten Bogor berkordinasi dengan pihak Imigrasi dan UNHCR terkait masalah pengungsi ini. “Mereka kan sudah lama tinggal di Cisarua, seharusnya ketika tidak ada negara yang mau menerimanya, alangkah baiknya mereka itu pulangkan kenegara asalnya, karena jujur saja, keberadaan para imigran itu banyak negatifnya dibandingkan positifnya,” pungkasnya. (Zap)